Logo Bloomberg Technoz

Kompetitor di kelas serupa adalah Seres E1. Mobil listrik kompak ini menawarkan tampilan modern serta ukuran yang mendukung mobilitas perkotaan. Seres E1 menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate berkapasitas 13,8 kWh dengan jarak tempuh hingga sekitar 180 kilometer.

Untuk harganya, Seres E1 diperkirakan berada di kisaran Rp185 juta sampai Rp200 juta. Dengan banderol tersebut, model ini berpotensi menjadi salah satu pilihan yang menarik bagi pembeli yang menjadikan harga sebagai pertimbangan utama.

Beranjak ke kelas yang lebih besar, Neta V-II atau versi facelift yang diproyeksikan hadir pada 2026 menjadi pilihan lain. Model ini memiliki kabin lebih lega dibandingkan mobil listrik mungil dan disebut akan semakin diperkuat melalui produksi lokal dengan skema CKD.

Neta V-II dibekali baterai berkapasitas 36,1 kWh dengan jarak tempuh hingga 401 kilometer. Kehadiran fitur fast charging juga menjadi salah satu daya tarik bagi konsumen yang membutuhkan fleksibilitas dalam perjalanan. Estimasi harganya berada pada rentang Rp290 juta hingga Rp310 juta.

BYD juga menjadi salah satu merek yang patut diperhatikan melalui Dolphin Mini atau Seagull. Model tersebut diprediksi masuk ke pasar Indonesia dan berpotensi bersaing di segmen hatchback listrik dengan harga lebih terjangkau.

Dolphin Mini disebut menggunakan Blade Battery khas BYD dan memiliki jarak tempuh sekitar 300 hingga 380 kilometer. Selain itu, model ini diperkirakan membawa fitur keselamatan ADAS sebagai perlengkapan standar. Estimasi harga yang beredar berada di kisaran Rp250 juta hingga Rp280 juta.

Sementara itu, Wuling BinguoEV tetap menjadi salah satu model yang menarik perhatian. Desain retro-modern menjadi ciri khas kendaraan ini, sementara varian Standard Range diperkirakan dapat ditawarkan dengan harga yang semakin kompetitif pada 2026.

BinguoEV memiliki jarak tempuh sekitar 333 kilometer dan dilengkapi layar ganda berukuran 10,25 inci. Sistem pengereman cakram pada keempat roda juga menjadi salah satu fitur yang ditawarkan. Estimasi harga varian tersebut berkisar Rp310 juta hingga Rp330 juta.

Pilihan di Segmen Menengah

Bagi konsumen dengan anggaran lebih besar, MG 4 EV varian CKD diperkirakan menjadi alternatif menarik. Lokalisasi produksi yang semakin matang berpotensi membuka peluang hadirnya varian dengan harga lebih terjangkau.

MG 4 EV mengusung desain sporty dengan sistem penggerak roda belakang. Jarak tempuhnya berada di kisaran 350 hingga 425 kilometer, tergantung varian. Untuk harga, model ini diperkirakan berada pada rentang Rp390 juta hingga Rp420 juta.

Citroen e-C3 juga masuk dalam daftar pilihan mobil listrik yang patut dipertimbangkan. Kendaraan asal Eropa tersebut mengandalkan karakter kenyamanan suspensi khas Citroen dan menawarkan desain crossover yang berbeda dari sebagian kompetitornya.

Citroen e-C3 menggunakan baterai berkapasitas 29,2 kWh dengan jarak tempuh sekitar 320 kilometer. Estimasi harga kendaraan ini berada di kisaran Rp370 juta hingga Rp390 juta.

Chery Omoda E5 juga berpeluang memiliki varian yang lebih terjangkau. Salah satu skenario yang diperkirakan adalah penggunaan kapasitas baterai lebih kecil untuk menekan harga jual, sementara sejumlah teknologi utama tetap dipertahankan.

Omoda E5 dikenal dengan teknologi yang cukup lengkap, termasuk fitur perintah suara cerdas. Varian yang lebih terjangkau diperkirakan memiliki jarak tempuh sekitar 350 kilometer dengan estimasi harga Rp410 juta hingga Rp430 juta.

Dari Vietnam, VinFast VF 5 juga menjadi salah satu kandidat dalam persaingan mobil listrik murah. Pabrikan tersebut mulai memperkuat kehadirannya di Indonesia dan menawarkan skema kepemilikan yang berkaitan dengan langganan baterai.

VinFast VF 5 memiliki desain SUV kompak dengan jarak tempuh sekitar 300 kilometer. Harga kendaraannya diperkirakan berada di kisaran Rp240 juta hingga Rp260 juta, tetapi angka tersebut belum termasuk biaya langganan baterai.

Pilihan berikutnya adalah Hyundai Inster yang diproyeksikan mengisi celah pasar di bawah Kona Electric. Mobil listrik mungil tersebut menjadi salah satu model yang berpotensi menarik perhatian konsumen Indonesia apabila benar-benar masuk pada 2026.

Hyundai Inster memiliki jarak tempuh hingga 355 kilometer berdasarkan standar WLTP. Mobil ini juga menawarkan fitur Vehicle-to-Load atau V2L yang memungkinkan energi dari baterai kendaraan digunakan untuk perangkat listrik tertentu. Estimasi harganya berada di rentang Rp350 juta hingga Rp380 juta.

Menyesuaikan Mobil dengan Kebutuhan

Persaingan di pasar kendaraan listrik membuat konsumen memiliki semakin banyak pilihan. Namun, harga bukan satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan sebelum membeli mobil listrik.

Untuk penggunaan harian di dalam kota dengan jarak perjalanan relatif pendek, Wuling Air EV Lite dan Seres E1 dapat menjadi pilihan ekonomis. Dimensi yang ringkas juga membuat keduanya lebih praktis digunakan di kawasan perkotaan dengan kondisi lalu lintas padat.

Konsumen yang membutuhkan jarak tempuh lebih jauh dapat mempertimbangkan model seperti Neta V-II atau BYD Dolphin Mini. Kapasitas baterai dan jarak tempuh yang lebih besar memberikan fleksibilitas untuk penggunaan yang lebih beragam.

Sementara itu, calon pembeli yang mengutamakan kenyamanan, desain, teknologi, serta ruang lebih luas dapat melihat pilihan seperti MG 4 EV, Citroen e-C3, Chery Omoda E5, VinFast VF 5, dan Hyundai Inster.

Perlu diperhatikan bahwa seluruh harga yang tercantum masih berupa estimasi. Harga resmi kendaraan dapat berubah mengikuti kebijakan masing-masing Agen Pemegang Merek, pajak, insentif pemerintah, biaya produksi, serta strategi harga ketika model resmi dipasarkan.

Data mengenai spesifikasi dan harga juga masih dapat mengalami perubahan mengikuti perkembangan peluncuran masing-masing kendaraan. Karena itu, calon pembeli sebaiknya menunggu informasi resmi dari produsen sebelum menentukan pilihan.

Dengan semakin banyaknya model yang masuk ke pasar, 2026 berpotensi menjadi salah satu periode penting bagi perkembangan kendaraan listrik di Indonesia. Konsumen tidak lagi hanya memiliki pilihan mobil listrik premium, tetapi juga kendaraan dengan harga yang lebih dekat dengan kemampuan pasar massal.

Pada akhirnya, pilihan terbaik tetap bergantung pada kebutuhan masing-masing pengguna. Jarak tempuh, kapasitas baterai, waktu pengisian, ketersediaan stasiun pengisian, kapasitas kabin, fitur keselamatan, layanan purnajual, serta biaya kepemilikan perlu diperhitungkan sebelum membeli.

Daftar 10 rekomendasi mobil listrik murah 2026 tersebut menunjukkan bahwa persaingan di segmen kendaraan listrik terjangkau semakin menarik. Jika tren harga, teknologi, dan infrastruktur terus berkembang, pilihan kendaraan listrik bagi masyarakat Indonesia diperkirakan akan semakin luas.

(seo)

No more pages