Saham–saham LQ45 berikut juga tertekan hingga menjadi pemberat utama IHSG antara lain, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang amblas 4,81% dan saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dengan pelemahan 4,56%.
Analis Phintraco Sekuritas memaparkan, IHSG ditutup melemah 1,53% di level 6.267 pada perdagangan Selasa (11/8/2026). Nilai tukar rupiah juga ditutup melemah 0,44% pada level Rp17.840/US$ di pasar spot, seiring dengan pelemahan mayoritas mata uang Asia akibat penguatan dolar AS.
Sebab, harga minyak melanjutkan kenaikannya di tengah ketidakpastian akan tercapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Minyak mentah Brent melejit hingga pepet US$90 per barel, atau melesat nyaris 13% lebih tinggi dalam lima hari perdagangan.
Seperti yang dilaporkan Bloomberg News, Presiden AS Donald Trump mengatakan tuntutan kompensasi dari Iran atas orang-orang yang gugur akibat konflik akan menjadi bagian dari “setiap dan semua perundingan di masa depan”, menyusul permintaan Teheran agar diberikan kompensasi atas kerugian akibat perang.
Sikap yang semakin keras tersebut membuat kesepakatan antara AS dan Iran untuk memulihkan pelayaran melalui Selat Hormuz semakin sulit tercapai, hingga memperburuk ketidakpastian mengenai prospek kedepannya.
Dari dalam negeri, lanjut Phintraco Sekuritas, data penjualan ritel Indonesia turun 3,0% year–on–year pada Juni 2026, melanjutkan tren turun 3,9% year–on–year pada Mei 2026.
Yang jadi perhatian, posisi tersebut membuat penjualan ritel Indonesia drop untuk 3 bulan berturut turut di sepanjang tahun ini.
Dengan itu, secara teknikal, terjadi penyempitan histogram positif MACD disertai dengan Stochastic RSI yang bergerak melemah di area pivot. IHSG ditutup di bawah level MA10, namun masih bertahan di atas MA20.
“Diperkirakan IHSG akan menguji level support di 6.180–6.200,” jelas Phintraco.
Adapun Panin Sekuritas menganalisis, IHSG bergerak di zona merah, menghadapi uji support MA20 sekaligus Lower Triangle di angka 6.230, area ini kemudian menjadi critical level bagi pergerakan IHSG.
“Selanjutnya, support 6.000–6.067 diharapkan mampu menopang pergerakan IHSG, untuk kemudian rebound menuju MA5 di 6.320, sampai dengan resistance 6.377–6.454,” jelas Panin Sekuritas.
(fad)
































