Logo Bloomberg Technoz

Kenapa Indonesia Tak Bisa Lihat Gerhana Matahari Total 12 Agustus

Muhammad Fikri
11 August 2026 14:18

Ilustrasi Gerhana Matahari (Envato)
Ilustrasi Gerhana Matahari (Envato)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Gerhana Matahari Total (GMT) akan terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026, namun masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikan fenomena tersebut secara langsung karena jalur lintasan gerhana tidak melewati wilayah Nusantara dan fase gerhana berlangsung ketika Indonesia berada pada malam hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan GMT 12 Agustus 2026 dapat diamati di sebagian besar wilayah Eropa, Rusia bagian utara, Afrika bagian barat laut dan Amerika Utara. Sementara Indonesia berada di luar jalur gerhana.

Menurut BMKG, fase awal gerhana secara global dimulai pada pukul 15.34 Universal Time (UT), atau 22.34 WIB. Fase totalitas di lokasi awal dimulai pada 16.57 UT atau 23.57 WIB, sedangkan puncak gerhana terjadi pada 17.45 UT atau 00.45 WIB pada 13 Agustus waktu Indonesia. Seluruh proses gerhana berakhir pada 19.57 UT atau 02.57 WIB.


Dengan waktu tersebut, Indonesia memang tidak memiliki kesempatan untuk melihat Matahari yang tertutup Bulan. Ketika fase utama gerhana berlangsung, wilayah Indonesia sudah memasuki malam hari.

Bukan Karena Gerhananya "Tidak Sampai" Indonesia

Tidak masuknya Indonesia ke jalur GMT bukan berarti gerhana hanya terjadi di negara-negara tertentu. Gerhana Matahari terjadi secara global, tetapi bayangan Bulan yang jatuh ke permukaan Bumi hanya melewati wilayah tertentu.