Logo Bloomberg Technoz

NASA menjelaskan bahwa ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi, bayangan Bulan terbagi menjadi beberapa bagian. Bagian terluar disebut penumbra, tempat pengamat hanya melihat Gerhana Matahari Sebagian.

Sementara bagian paling gelap dari bayangan tersebut disebut umbra. Wilayah yang dilalui umbra inilah yang dapat mengalami Gerhana Matahari Total. Jalur sempit yang dilalui umbra tersebut disebut path of totality atau jalur totalitas.

Karena jalur umbra sangat terbatas, hanya wilayah yang kebetulan berada tepat di bawah bayangan tersebut yang dapat melihat seluruh piringan Matahari tertutup Bulan. Itulah sebabnya sebuah GMT dapat terlihat total dari satu negara, tetapi sama sekali tidak terlihat dari negara lain yang berada ribuan kilometer jauhnya.

Jalurnya Justru Membentang di Utara

Untuk Gerhana Matahari Total pada 12 Agustus, jalur totalitas berada di kawasan Belahan Bumi Utara. NASA mencatat bayangan totalitas akan melintasi Greenland, Islandia, Rusia bagian utara, Samudra Atlantik, Spanyol dan sebagian kecil Portugal. Sejumlah wilayah lain di Belahan Bumi Utara akan mengalami Gerhana Matahari Sebagian.

European Space Agency (ESA) juga mencatat jalur totalitas akan melewati Greenland bagian timur, Islandia bagian barat, bagian utara Spanyol dan sebagian kecil wilayah timur laut Portugal. Sebagian besar wilayah Eropa lainnya hanya akan mengalami gerhana sebagian.

Peta gerhana NASA menunjukkan jalur totalitas tersebut membentuk lintasan melengkung dari kawasan Rusia bagian utara, melewati dekat Kutub Utara, kemudian menuju Greenland, Islandia dan melintasi Samudra Atlantik sebelum mencapai Semenanjung Iberia. Sedangkan Indonesia berada jauh di selatan dari jalur tersebut.

Kenapa Bayangannya Tidak Bisa Bergeser ke Indonesia?

Posisi jalur gerhana ditentukan oleh geometri Matahari, Bulan dan Bumi. Gerhana Matahari Total terjadi ketika Matahari, Bulan dan Bumi berada pada posisi yang hampir segaris. Bulan kemudian menghalangi cahaya Matahari dan menghasilkan bayangan di permukaan Bumi.

BMKG menjelaskan bahwa GMT terjadi ketika Matahari, Bulan dan Bumi tepat segaris pada fase Bulan Baru. Dari wilayah yang terkena bayangan inti Bulan, piringan Bulan terlihat menutupi piringan Matahari sepenuhnya. Namun, bayangan tersebut tidak diam di satu tempat. Bayangan Bulan bergerak melintasi permukaan Bumi seiring pergerakan Bulan dan rotasi Bumi.

NASA menggambarkan jalur totalitas sebagai lintasan kecil dari umbra Bulan. Wilayah di luar jalur tersebut hanya mendapatkan bayangan penumbra dan karena itu hanya melihat sebagian Matahari tertutup karena konfigurasi ketiga benda langit tersebut pada 12 Agustus 2026 menghasilkan jalur umbra di Belahan Bumi Utara, Indonesia tidak berada di dalam jalurnya.

Eropa Jadi Panggung Utama

Tidak masuknya Indonesia justru membuat sejumlah wilayah Eropa menjadi lokasi utama pengamatan GMT tahun ini.

ESA menyebut Spanyol akan menjadi salah satu lokasi terbaik untuk menyaksikan totalitas. Jalur totalitas melintasi bagian utara Spanyol dan bergerak dari barat ke timur. Di sejumlah lokasi, totalitas berlangsung hingga sekitar satu menit 40 detik.

NASA mencatat di Leon, Spanyol, totalitas dimulai sekitar pukul 20.28 waktu setempat dan berlangsung hingga sekitar 20.30. Di Reykjavik, Islandia, totalitas terjadi sekitar pukul 17.48 hingga 17.49 waktu setempat.

Sementara itu, sebagian wilayah yang berada di luar jalur totalitas masih dapat melihat Matahari tertutup sebagian. Barcelona, misalnya, diperkirakan mengalami penutupan Matahari hingga sekitar 99%, tetapi tidak mengalami totalitas.

Perbedaan tersebut menunjukkan betapa sempitnya jalur totalitas. Dua wilayah yang relatif berdekatan dapat mengalami tingkat gerhana yang berbeda secara signifikan.

Saksikan Siaran Langsung

Bagi masyarakat Indonesia, satu-satunya cara untuk mengikuti GMT 12 Agustus secara langsung adalah melalui siaran dari wilayah yang berada dalam jalur pengamatan. Kembali, ini karena bayangan inti Bulan tidak melintasi Indonesia. Di sisi lain, waktu terjadinya gerhana bertepatan dengan malam hari di Indonesia.

BMKG secara khusus menyarankan yang tak terdampak namun ingin menyaksikan fenomena tersebut mengikuti kanal resmi NASA.

NASA sendiri menjadwalkan siaran langsung GMT 12 Agustus melalui kanal resminya, menampilkan pengamatan dari berbagai lokasi sepanjang jalur gerhana serta wawancara dengan para ahli.

ESA juga menyiapkan siaran dan kegiatan pengamatan dari Eropa. Badan antariksa tersebut menempatkan Spanyol sebagai salah satu lokasi utama karena negara itu mendapatkan jalur totalitas yang cukup luas.

(fik/wep)

No more pages