Logo Bloomberg Technoz

Entitas yang Digabungkan

Greg menyatakan pada tahap awal penggabungan entitas usaha dilakukan untuk sejumlah lini, termasuk menggabungkan PLN Electricity Services dan PLN Nusa Daya.

Kemudian, perseroan menargetkan penggabungan PLN Indonesia Power Services, PLN Nusantara Power Services, dan PLN Suku Cadang.

Setelah itu, perseroan menargetkan penggabungan Haleyora Powerindo, Paguntaka Cahaya Nusantara, dan Mitra Karya Prima.

“PLN juga melakukan divestasi entitas nonstrategis dan likuidasi perusahaan dormant,” tegas Greg.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani memberikan sinyal akan memangkas subholding-subholding di badan usaha milik negara (BUMN) besar, seperti PT Pertamina (Persero) dan PLN.

Pemangkasan ini disebutkan Rosan merupakan perintah dari Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya penyederhanaan perusahaan pelat merah Indonesia.

"Arahan beliau [Presiden] juga untuk pengurangan layer-layer terutama di perusahaan-perusahaan BUMN yang besar, Pertamina, PLN dan yang lain-lainnya," ujar Rosan kepada awak media di Istana Negara, Kamis (6/8/2026).

Dia pun menjelaskan alasan perampingan subholding yang ada di Pertamina hingga PLN. Misalnya; keputusan bisa diambil dengan cepat, produktivitas naik, dan efisiensi perusahaan terjaga.

"[Pengurangan subholding dilakukan] agar pengambilan keputusan juga menjadi lebih cepat, produktivitas juga mulai meningkat, efisiensi juga lebih terjaga dan juga ya tentunya di BUMN-BUMN lainnya," ungkapnya.

Sebelumnya, BPI Danantara telah menutup 274 BUMN per akhir Juli 2026. Penutupan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk merampingkan struktur perusahaan milik negara.

Pemerintah menargetkan jumlah BUMN yang tersisa sekitar 350 perusahaan sampai akhir tahun ini.

Dalam perkembangannya, Prabowo memerintahkan pemangkasan lapisan (layer) birokrasi serta perampingan anak dan cucu perusahaan BUMN besar, seperti Pertamina dan PLN.

“Dalam pertemuan tersebut Presiden Prabowo juga memerintahkan pengurangan layer-layer dan anak cucu perusahaan di Pertamina, PLN, dan BUMN lainnya,” ungkap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulis, Senin (10/8/2026).

(azr/wdh)

No more pages