Logo Bloomberg Technoz

Analis Sebut Rupiah Berpotensi Melemah ke Level 18.200/US$

Pramesti Regita Cindy
28 September 2026 14:10

Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat semakin mendekati angka Rp18 ribu per US$. Pada Senin (28/9/2026), rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) bergerak di kisaran Rp17.971/US$ pada 07:46 WIB. 

Analis mata uang dan komoditas sekaligus Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi menyebut bahwa pada pekan ini, rupiah bisa menembus Rp18.000 per US$, bahkan bisa berada di level Rp18.200/ US$.

“Mata uang rupiah kemungkinan besar di minggu-minggu ini akan menuju di atas Rp18.000 bisa saja Rp18.200,” kata Ibrahim, Senin (28/9/2026).


Ibrahim masih menyoroti kenaikan harga minyak mentah yang membayangi rupiah dengan range pada bulan September hingga Oktober di angka US$90 hingga US$100 per barel.

Menurut dia, kenaikan harga minyak mentah ini akan berdampak terhadap inflasi, apalagi bersamaan dengan El Nino yang kemungkinan besar terjadi hingga bulan Januari