Logo Bloomberg Technoz

“Kita harus secara drastis mempercepat jadwal program dan memperluas kapasitas produksi sekarang.” The Washington Post sebelumnya melaporkan mengenai surat tersebut.

Peringatan mengenai kondisi persediaan senjata AS semakin meningkat ketika militer AS menyerang Iran dan menangkis serangan drone serta rudal terhadap pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan tersebut.

Presiden Donald Trump membantah bahwa AS sedang kehabisan amunisi. Pada Kamis, dia mengatakan bahwa AS memiliki “jumlah yang sangat besar” dan memperingatkan akan adanya hukuman bagi pihak-pihak yang mengatakan bahwa terjadi kekurangan.

Meski demikian, Trump juga mengatakan bahwa AS memiliki beberapa sistem persenjataan yang “sedikit lebih terbatas” dan bahwa pemerintah “mendapatkannya setiap hari,” meskipun ia tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Dalam suratnya, Feinberg menyoroti kebutuhan yang lebih luas di luar kebutuhan yang berkaitan langsung dengan perang Iran, termasuk komunikasi satelit dan sistem pertahanan udara generasi berikutnya.

Prioritas lainnya adalah Next Generation Interceptor milik Lockheed Martin, sebuah program yang ditujukan untuk melindungi AS dari serangan rudal balistik antarbenua (intercontinental ballistic missiles/ICBM).

Feinberg meminta perusahaan-perusahaan tersebut menyerahkan rencana mereka paling lambat akhir Agustus untuk menerapkan “jadwal pengiriman yang lebih agresif dan/atau meningkatkan kapasitas produksi” pada program-program penting yang telah diidentifikasi.

(bbn)

No more pages