“Perseroan tidak menutup peluang melakukan unorganic development sebagai akselerator untuk menuju kapasitas terpasang 1 gigawatt (GW) apabila terdapat aset yang baik dan berkualitas,” dikutip dari keterbukaan informasi.
Sejumlah rencana ekspansi dan perhatian itu disampaikan manajemen di tengah upaya menjawab pertanyaan investor soal valuasi dan ekpektasi return dari saham PGEO di lantai bursa mendatang.
Dari lantai bursa, saham PGEO menguat 1,83% ke level Rp1.110 per saham pada penutupan Jumat (7/8/2026). Adapun, saham PGEO etelah menguat 26,14% selama satu bulan terakhir.
Selain itu, manajemen menambahkan, perseroannya tengah berdiskusi dengan otoritas panas bumi dan fiskal untuk merevisi aturan Perpres 112 tahun 2022 untuk mengerek keekonomian proyek.
“Apabila Perpres itu nantinya dapat direvisi tentunya akan dapat menjadi katalis yang meningkatkan rasio profitabilitas perseroan,” dikutip dari keterbukaan informasi.
Laba PGEO
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) menorehkan kinerja keuangan yang positif.
Sepanjang semester I-2026, PGEO mencatat kenaikan laba bersih 15,48% secara tahunan menjadi US$79,61 juta atau setara sekitar Rp1,42 triliun.
Di balik kenaikan tersebut, ada akselerasi laba PGEO. Ini tercermin dari laba kuartal I-2026 yang melesat 81,33% secara tahunan menjadi US$79,6 juta.
Torehan laba bersih tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan PGEO sekitar 14,7% secara tahunan menjadi US$204,85 juta.
Kenaikan pendapatan berasal dari total produksi PGE sepanjang semester I-2026 yang mencapai 2.745 gigawatt hour (GWh), meningkat 13,62% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2.416 GWh.
"Pertumbuhan yang kami catatkan di kuartal ini bukan sekadar angka di atas kertas. Ini adalah bekal bagi PGE untuk terus memperluas manfaat panas bumi bagi masyarakat sekaligus mendorong transisi energi nasional,” ujar Direktur Keuangan PGEO Fransetya Hasudungan Hutabarat dalam keterangan resmi, Rabu (29/7/2026).
"Saat ini, kami mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang mencapai 727 megawatt (MW), serta berkontribusi signifikan terhadap pasokan listrik di berbagai daerah," jelas Fransetya.
(dec/naw)






























