Trenggono mengatakan BGN terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua, pemerintah kabupaten, Kementerian Kesehatan, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan guna memastikan seluruh pasien mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik sekaligus mendukung proses investigasi yang masih berlangsung.
"Hasil penelusuran awal mengarah pada dugaan adanya penurunan kualitas salah satu menu, yakni tempe bacem yang dimasak terlalu dini. Namun demikian, penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, sehingga seluruh pihak diminta menunggu hasil investigasi resmi," kata Trenggono dalam keterangan persnya, dikutip Sabtu (8/8/2026).
Ia menambahkan bahwa hasil investigasi akan menjadi dasar penyempurnaan sistem pengawasan mutu, keamanan pangan, serta penerapan standar operasional pada seluruh tahapan penyelenggaraan Program MBG.
"Kami memastikan seluruh pasien mendapatkan penanganan medis yang diperlukan. Di sisi lain, evaluasi menyeluruh terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis semakin baik serta memberikan manfaat yang aman bagi seluruh penerima," ujarnya.
Diketahui setiba di Jayapura, rombongan lebih dulu menggelar rapat koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Papua untuk membahas penanganan kejadian, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mempercepat penanganan terhadap para penerima manfaat yang terdampak.
Usai rapat, Trenggono meninjau sejumlah fasilitas kesehatan yang menangani pasien, yakni Puskesmas Depapre, Aula Kantor Distrik Depapre, dan RSUD Yowari. Ia juga mengunjungi Dapur SPPG Yayasan Kasih Iman Samuel Papua untuk mengevaluasi proses penyediaan makanan serta pelaksanaan standar operasional. Operasional dapur tersebut untuk sementara dihentikan (suspend) selama proses investigasi berlangsung.
(fik/ros)




























