Logo Bloomberg Technoz

Sejumlah saham–saham infrastruktur potensial yang menjadi promotor IHSG ialah saham PT Indosat Tbk (ISAT) yang melesat 14,2%, saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) yang menguat 2,26%, hingga saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melejit 2,04%.

Saham–saham unggulan LQ45 yang melejit di teritori positif antara lain, saham PT Indika Energy Tbk (INDY) melesat 5,88%, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terangkat 4,47%. Senada, saham PT Indofood CBP Tbk (ICBP) menguat 4,04%, dan saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) meninggi 3,77%.

Menyusul saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dengan kenaikan 3,52%, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melejit 2,96%. Bersamaan dengan saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang berhasil menguat 2,93%, dan saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) menghijau 2,81%.

Cadangan Devisa RI Solid

Posisi cadangan devisa per Juli 2026, menyusut tipis dibanding torehan bulan sebelumnya. 

Pada Jumat (7/8/2026), Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa Indonesia untuk posisi Juli berada di US$145,3 miliar, hanya turun tipis US$0,3 miliar dari bulan sebelumnya yang berada di posisi US$145,6 miliar. 

“Perkembangan posisi cadangan devisa Juli 2026 tersebut dipengaruhi terutama oleh penerimaan pajak dan jasa serta penerbitan global bond pemerintah, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah Bank Indonesia sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang kembali meningkat,” sebut laporan BI.

Posisi cadangan devisa pada Juli, lanjut laporan BI, setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Capaian tersebut berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Dengan itu, level dan posisi cadangan devisa Indonesia tergolong kuat dan tetap mampu menjadi bantalan utama dalam menjaga stabilitas eksternal.

Cadangan devisa juga menjadi salah satu indikator yang diperhatikan investor dalam menilai ketahanan ekonomi suatu negara.

Di tengah meningkatnya volatilitas pasar global akibat ketidakpastian arah suku bunga dunia dan risiko geopolitik, ketersediaan cadangan devisa yang memadai memperkuat kepercayaan pasar terhadap kemampuan Indonesia menjaga stabilitas nilai tukar serta memenuhi kewajiban eksternalnya.

BI dalam rilisnya meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

“Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” terang laporan BI.​

(fad)

No more pages