Logo Bloomberg Technoz

Tiga siswa dan tiga guru tewas, sementara belasan orang lainnya terluka, menurut surat kabar Thailand Khaosod. Media tersebut melaporkan bahwa pelaku penembakan kemudian ditemukan tewas.

Perdana Menteri Anutin Charnvirakul mengatakan dirinya sangat berduka atas penembakan tersebut. “Ini adalah tragedi yang mengerikan. Ini seharusnya tidak pernah terjadi,” katanya kepada wartawan pada Jumat.

Thailand memiliki salah satu tingkat kepemilikan senjata api sipil tertinggi di Asia Tenggara, dan kekerasan bersenjata lebih umum terjadi dibandingkan banyak negara tetangganya. Namun, penembakan di sekolah masih relatif jarang terjadi.

Dalam beberapa tahun terakhir, Thailand mengalami sejumlah penembakan massal yang menjadi sorotan, termasuk serangan pada 2020 oleh seorang tentara di sebuah pusat perbelanjaan di Nakhon Ratchasima yang menewaskan sekitar 30 orang, serangan pada 2022 di sebuah pusat penitipan anak yang menewaskan puluhan anak, serta penembakan di pusat perbelanjaan Siam Paragon di Bangkok pada 2023 yang menewaskan tiga orang.

(bbn)

No more pages