Ekonom Soroti Pelemahan Ekspor RI Saat Ekonomi Tumbuh 5,29%
Mis Fransiska Dewi
07 August 2026 10:30

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 sebesar 5,29% mulai kehilangan salah satu penopang utamanya. Hal ini terlihat dari kinerja ekspor yang melemah, sementara impor masih mencatat pertumbuhan yang tinggi.
Akibatnya, kontribusi ekspor neto—selisih antara ekspor dan impor—berbalik menjadi negatif sehingga tidak lagi mendukung laju pertumbuhan ekonomi.
"Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini mulai kehilangan bantalan dari eksternal," kata Direktur Big Data Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto dalam sebuah diskusi yang disiarkan secara daring, Kamis (6/8/2026).
Dia menjelaskan, kondisi tersebut terlihat dari pertumbuhan ekspor yang melambat tajam. Pada kuartal II-2026, ekspor hanya tumbuh sekitar 4,13%, sedangkan impor masih meningkat 8,82%. Akibatnya, kontribusi ekspor neto terhadap pertumbuhan ekonomi menjadi negatif sebesar 0,78%.
"Pertumbuhan ekspor anjlok cukup tajam, tetapi impornya masih tumbuh tinggi. Akibatnya net export membesar dan menggerus [sumber ekspor] ke pertumbuhan ekonomi menjadi negatif 0,78%," ujarnya.

























