Logo Bloomberg Technoz

Selain itu, ada pula pihak lain yang melihat adanya risiko yang meningkat bahwa The Fed perlu segera menaikkan suku bunga guna mencegah inflasi yang tinggi menjadi permanen.

Musalem, yang tidak memiliki hak suara dalam keputusan kebijakan tahun ini, pekan lalu menyatakan bahwa ia lebih memilih kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin pada pertemuan kebijakan The Fed yang terakhir. Ia juga menyebutkan bahwa aksi jual obligasi Treasury setelah pertemuan tersebut menyoroti pentingnya menjaga kredibilitas The Fed.

Peningkatan Produktivitas

Beberapa ekonom, serta Gubernur The Fed Kevin Warsh, telah mengemukakan kemungkinan bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat meningkatkan produktivitas dan meredakan tekanan inflasi dalam jangka panjang. Warsh mengatakan kepada wartawan setelah pertemuan bulan Juli bahwa waktu terjadinya dampak tersebut masih belum pasti.

Pada hari Kamis, Musalem mengatakan bahwa kebijakan moneter restriktif—yang membatasi aktivitas ekonomi—juga dapat memperlambat inovasi dan menghambat pertumbuhan produktivitas. Namun, ia menegaskan bahwa para pejabat tidak boleh menganggap remeh kepercayaan publik terhadap kemampuan The Fed dalam mengendalikan inflasi.

"Bank sentral yang dianggap menoleransi inflasi di atas target demi janji lonjakan produktivitas di masa depan dapat membahayakan jangkar kepercayaan tersebut," ujarnya. "Kredibilitas, jika sudah hilang, membutuhkan biaya besar untuk dibangun kembali." Para pembuat kebijakan akan mendapatkan informasi terkini mengenai pasar tenaga kerja pada hari Jumat dan menerima data inflasi terbaru pekan depan.

Guncangan Pasokan

Dalam sesi tanya jawab setelah pidatonya, Musalem menyatakan bahwa ia melihat adanya guncangan pasokan serta permintaan yang didorong oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai faktor pemicu inflasi. Ia memaparkan dua skenario inflasi yang mungkin terjadi: pertama, inflasi mulai mereda jika dampak tarif memudar dan harga minyak turun. Kedua, tekanan harga yang lebih persisten terjadi sehingga inflasi menetap di kisaran 2,5% hingga 3% atau lebih tinggi.

"Menurut pandangan saya, skenario kedua ini memerlukan tingkat suku bunga yang sedikit lebih tinggi untuk mengatasinya," ujarnya.

Musalem mengatakan ia akan memantau apakah angka inflasi bulanan berada sedikit di bawah 0,2% sebagai bukti bahwa inflasi mungkin bergerak kembali menuju target 2% yang ditetapkan The Fed. Ia menyebutkan bahwa ekspektasi inflasi masih tertahan pada tingkat yang sejalan dengan tujuan tersebut, namun para pejabat tetap waspada terhadap risiko ekspektasi itu bisa terlepas dari jangkar stabilitasnya.

Gubernur The Fed wilayah St. Louis itu juga mengatakan sedang mengkaji apakah The Fed dapat mengabaikan serangkaian guncangan pasokan, serta memperingatkan bahwa ekonomi AS bisa kembali mengalami guncangan pasokan akibat dampak El Niño pada musim gugur ini.

(bbn)

No more pages