Logo Bloomberg Technoz

Bahlil 'Belum' Tambah 25 Juta Ton Kuota RKAB Weda Bay Nickel

Sabrina Mulia Rhamadanty
06 August 2026 19:00

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Azura Yumna)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (12/5/2026). (Bloomberg Technoz/Azura Yumna)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pihaknya belum melakukan tambahan kuota produksi bijih nikel kepada PT Weda Bay Nickel (WBN) dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 sebanyak 25 juta ton.

“Belum, belum belum ada [tambahan 25 juta ton kuota RKAB] ya,” ungkap Bahlil saat ditemui awak media di Istana Negara, Kamis (6/8/2026) 

Sebelumnya, Anggota Dewan Penasihat Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) Djoko Widajatno mengaku mendapatkan kabar PT Weda Bay Nickel (WBN) mendapatkan tambahan kuota produksi bijih nikel sebesar 25 juta ton.


Dengan demikian, kuota produksi dalam RKAB PT WBN berpotensi naik menjadi 37 juta ton dari sebelumnya sejumlah 12 juta ton.

Kendati begitu, Djoko menegaskan APNI masih belum mendapatkan pemberitahuan resmi terkait dengan hal tersebut, termasuk dari Kementerian ESDM.