Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Turun, Rupiah Menguat, Obligasi RI Bersinar

Tim Riset Bloomberg Technoz
06 August 2026 16:09

Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)
Ilustrasi Pasar Obligasi (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pasar obligasi pemerintah Indonesia mendapat sentimen bullish pada perdagangan Kamis (6/8/2026). Yield bergerak turun pada hampir semua tenor, seiring meredanya tekanan eksternal dan membawa investor kembali melirik aset-aset berdenominasi rupiah. 

Penurunan paling tajam terjadi pada tenor menengah, sementara tenor pendek dan panjang cenderung bergerak lebih terbatas. 

Pergerakan yield di pasar obligasi pemerintah. (Bloomberg)

Pergerakan ini konsisten dengan sentimen yang berkembang di pasar hari ini, di antaranya:

  • Harga minyak dunia kembali turun ke kisaran US$79/barel dan menurunkan kekhawatiran terhadap inflasi impor.
  • Prospek kesepakatan AS-Iran yang membuka kembali Selat Hormuz semakin mengurangi premi risiko geopolitik.
  • Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2026 sebesar 5,29% yang melampaui ekspektasi memperbaiki persepsi terhadap fundamental domestik.
  • Rupiah yang kembali menguat ke kisaran Rp17.900/US$ ikut meningkatkan minat terhadap aset rupiah, termasuk SBN.

Namun, kurva yield juga masih terlihat mendatar meski ada selisih sektiar 23 basis poin antara yield tenor 1 tahun di 7,05%, dan tenor 10 tahun di 7,28%. 

Selain itu, penurunan yield tenor acuan 10 tahun yang tipis, hanya 0,4 bps, menggambarkan bahwa investor belum melakukan pembelian agresif di pasar. Investor sepertinya masih menunggu kepastian lanjutan mengenai data domestik, seperti cadangan devisa.