"Kelebihan protein membuat ginjal bekerja lebih keras untuk membuang urea dan amonia yang bisa mengganggu keseimbangan elektrolit, memicu kram otot, lemas, dan gangguan irama jantung," ujarnya.
Di sisi lain, kekurangan protein juga dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan karena protein berfungsi sebagai bahan baku pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh, termasuk sistem kekebalan.
"Kekurangan protein bisa fatal. Gangguan pertumbuhan pada anak, jaringan tubuh tidak dapat direparasi atau diperbaiki pada sel-sel yang aus, kehilangan massa otot, rambut rontok, kekebalan tubuh jelek," kata Tan.
Ia menjelaskan bahwa antibodi yang berfungsi melawan infeksi juga tersusun dari protein. Karena itu, kekurangan protein dapat membuat seseorang lebih mudah terserang penyakit.
"Antibodi kan dibuat dengan bahan bakunya protein," ujarnya.
Tan juga meluruskan anggapan bahwa keinginan kuat mengonsumsi makanan tertentu (food craving) selalu disebabkan oleh kekurangan protein. Menurutnya, kondisi tersebut umumnya dipicu oleh berbagai faktor lain.
"Food craving atau keinginan kuat untuk makan makanan tertentu umumnya disebabkan oleh fluktuasi hormon, tingkat stres yang tinggi, kurang tidur, kekurangan nutrisi tertentu, atau faktor emosional seperti kebiasaan mencari kenyamanan saat sedih maupun bosan. Biasanya karena tidak punya kebiasaan makan teratur dan regulasi diri," jelas Tan.
Dengan demikian, food craving bukan merupakan tanda spesifik seseorang kekurangan protein. Kondisi tersebut lebih sering berkaitan dengan pola hidup dan regulasi makan secara keseluruhan.
Dampak kelebihan protein
- Ginjal bekerja lebih keras membuang urea dan amonia
- Dapat mengganggu keseimbangan elektrolit
- Memicu kram otot
- Menyebabkan tubuh terasa lemas
- Berpotensi menimbulkan gangguan irama jantung
Dampak kekurangan protein
- Gangguan pertumbuhan pada anak
- Proses perbaikan jaringan dan sel tubuh terganggu
- Kehilangan massa otot
- Rambut rontok
Sistem kekebalan tubuh menurun sehingga lebih mudah sakit karena pembentukan antibodi ikut terganggu.
(dec)
































