Logo Bloomberg Technoz

Kerja sama ini bertujuan untuk memperluas kerja sama investasi kedua negara, serta membuka jalan bagi pengembangan kawasan industri modern di Kabupaten Bangkalan, Madura. Pada akhirnya, diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur.

"Pemerintah akan terus memperkuat kerja sama dengan berbagai negara mitra strategis guna mempercepat pengembangan kawasan industri, dan membuka lapangan kerja," ujar Airlangga.

"Kawasan di Madura ini merupakan kawasan heavy industry Indonesia, Petrokimia (Gresik). Jadi nanti dengan adanya Kawasan Industri Bangkalan ini akan menjadi seimbang,” lanjutnya.

Menurut Airlangga, ini akan melengkapi kerja sama antara Indonesia dan China yang selama ini telah berkembang melalui peningkatan investasi maupun perdagangan bilateral. Saat ini, Indonesia dan China juga sudah punya bilateral swap arrangement (Bilateral Currency Swap Arrangement atau BCSA) yang mencapai US$ 50 miliar.

"Harapannya bisa juga trade menggunakan currency masing-masing sehingga tidak tergantung kepada currency yang lain,” jelas Airlangga.

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) sekaligus President Director Wiraraja Madura Industrial Estate Akhmad Ma'ruf Maulana, menyampaikan kawasan industri tersebut dirancang menjadi pusat manufaktur terpadu yang mendukung sektor industri, logistik, dan energi ramah lingkungan. 

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menyebutkan, dalam beberapa tahun terakhir, kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Zhanjiang dan Indonesia terus meningkat. Pada 2025, nilai perdagangan antara Zhanjiang dan Indonesia mencapai 2,461 miliar yuan atau meningkat sebesar 6,3% dibanding tahun sebelumnya. 

Hingga saat ini, tercatat 8 perusahaan asal Zhanjiang yang telah merealisasikan investasi di Indonesia melalui 12 proyek dengan total nilai investasi mencapai US$370 juta, sementara 6 perusahaan Indonesia juga telah menanamkan modal di Zhanjiang.

(lav)

No more pages