Logo Bloomberg Technoz

Bagaimanapun, Elly menilai sektor hilir nikel masih memiliki prospek yang baik sebab menjadi bagian dari strategi industrialisasi nasional.

“Sektor ini juga kan menghadapi tantangan, seperti; fluktuasi harga nikel dunia, perubahan permintaan global, biaya produksi, serta dinamika investasi lain. Bisa juga karena sekarang ini kan ada persoalan-persoalan global,” tuturnya.

Perusahaan smelter nikel PT GNI sebelumnya mengumumkan rencana PHK terhadap sekitar 1.900 pekerjanya, di tengah upaya perusahaan melakukan efisiensi operasional.

Berdasarkan surat pemberitahuan PT GNI bernomor 4760/Eksternal/HRD/GNI-SITE/2026 yang tersebar di media sosial, manajemen GNI menyatakan salah satu alasan PHK dilakukan sebab perusahaan tengah mengalami kesulitan keuangan.

GNI menyatakan hal tersebut dibuktikan dengan berlangsungnya proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) sementara di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.

“Keputusan ini diambil setelah melalui pertimbangan yang matang dan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi perusahaan yang mengharuskan kami melakukan rasionalisasi jumlah pekerja agar operasional perusahaan dapat terus berjalan,” tulis surat pengumuman yang diterbitkan 1 Agustus 2026 tersebut.

Manajemen GNI menyatakan perseroan harus melakukan penghematan biaya operasional agar mempertahankan kelangsungan usaha.

Dijelaskan bahwa beban biaya tenaga kerja menjadi salah satu komponen biaya operasional yang perlu disesuaikan dengan kondisi usaha dan kemampuan keuangan PT GNI.

“Perusahaan telah mempertimbangkan berbagai alternatif sebelum melakukan efisiensi, seperti pengurangan biaya operasional lainnya, meniadakan rekrutmen, pengurangan lembur, pengaturan kembali jam kerja, mutasi, atau langkah-langkah lain yang memungkinkan,” tulis GNI.

Perseroan menyatakan tidak dapat mempertahankan operasional bisnis dengan total 6.325 karyawan yang bekerja.

Dengan begitu, manajemen GNI memetakan kebutuhan karyawan berdasarkan kebutuhan operasional yakni satu smelter dan satu pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Manajemen GNI mengklaim berkomitmen bakal memprioritaskan merekrut kembali para pekerja yang terkena PHK, jika nantinya operasional perusahaan kembali berjalan normal.

Adapun, bisnis PT GNI dikabarkan terimbas oleh kejatuhan induk usahanya di China, Jiangsu Delong Nickel Industry Co., akibat gagal bayar utang. Sejak tahun lalu, PT GNI dikabarkan bakal mendapatkan pendanaan baru.

Dalam perkembangannya, Zhejiang Materials Development Co., Ltd. atau Zheshang Zhongtuo dikabarkan mengakuisisi 75% dari 99,84% saham Jiangsu Delong Nickel Industry Co Ltd di PT GNI.

Dalam putusannya, badan usaha milik negara (BUMN) China tersebut berencana mengakuisisi 75% dari 99,84% saham Jiangsu Delong di PT GNI.

Selain itu, Zheshang Zhongtuo disebut bakal bekerja sama dengan Jinhai Stainless Steel untuk berinvestasi di GNI.

(azr/wdh)

No more pages