Logo Bloomberg Technoz

Bursa Asia Bersiap Melemah, Pasar Cermati Kesepakatan Hormuz

News
06 August 2026 07:00

Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Toby Alder - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham Asia diperkirakan melemah pada Kamis (6/8) setelah investor mencermati penguatan saham teknologi sekaligus menunggu tanda-tanda baru kemajuan menuju kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Kontrak berjangka indeks saham Australia, Jepang, dan Korea Selatan (Korsel) seluruhnya bergerak turun tipis, sementara indeks perusahaan China yang tercatat di AS melemah 1%. Kontrak saham AS bergerak datar pada awal perdagangan Asia setelah indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 sama-sama terkoreksi. Indeks perusahaan pembuat chip turun 1,4%, meski Nvidia Corp menguat. Saham SpaceX anjlok 14% meski membukukan kinerja kuat, setelah saham senilai sekitar US$101 miliar memenuhi syarat untuk diperdagangkan.


Harga minyak mentah AS bergerak turun tipis pada Kamis setelah Iran mengatakan telah mencapai kesepakatan dengan Oman terkait rute pelayaran yang diusulkan melalui Selat Hormuz. Langkah tersebut berpotensi menjadi tahap awal menuju pembukaan kembali jalur perairan strategis itu. Sementara itu, dolar AS turun 0,2% pada Rabu.

Reli aset berisiko belakangan ini mulai menunjukkan tanda-tanda kehilangan momentum karena investor merealisasikan keuntungan setelah saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI) mengalami pemulihan tajam. Pada saat yang sama, harapan bahwa penurunan harga minyak dapat meredakan inflasi membuat pasar terus mencermati setiap petunjuk mengenai arah kebijakan moneter.

Grafik pergerakan S&P 500. (Sumber: Bloomberg)