Logo Bloomberg Technoz

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari olahraga berat ketika sedang flu, demam, kurang tidur, mengalami dehidrasi, maupun setelah mengonsumsi minuman berenergi atau stimulan secara berlebihan.

Selain itu, seseorang juga perlu mengenali faktor risiko penyakit jantung, seperti usia di atas 35-40 tahun, kebiasaan merokok, hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, hingga riwayat penyakit jantung atau kematian mendadak dalam keluarga.

"Orang dengan faktor risiko tersebut, terutama yang ingin memulai olahraga intensitas tinggi, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu. Pemeriksaan tidak selalu harus lengkap untuk semua orang, tetapi disesuaikan dengan kondisi dan tingkat risikonya," ujarnya.

Vito juga mengingatkan agar olahraga segera dihentikan apabila muncul nyeri atau rasa tertekan di dada, sesak napas yang tidak wajar, pusing seperti akan pingsan, keringat dingin, atau jantung berdebar disertai rasa lemas.

"Jangan memaksakan diri untuk menyelesaikan permainan," katanya.

Senada, Berlian Idris, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RS Universitas Indonesia sekaligus staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), mengatakan pemeriksaan kesehatan sebelum memulai olahraga berintensitas tinggi sangat penting dilakukan, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko penyakit jantung.

"Lari dan badminton, serta olahraga lain yang aerobik tinggi memberikan beban berat dan membuat jantung bekerja keras. Pada jantung yang tidak terlatih dan/atau sudah ada penyakit yang tersembunyi, beban yang berat ini dapat mencetuskan serangan jantung dan/atau henti jantung mendadak yang menyebabkan kematian," kata Berlian.

Agar tidak mengalami hal seperti itu, dokter Berlian mengatakan  lakukan pemeriksaan kesehatan terutama _treadmill test_ untuk mendeteksi adanya kelainan irama jantung yang berbahaya dan/atau penyakit jantung koroner yang tersembunyi.

Kedua, latih jantung kita dengan olahraga teratur; jangan tidak pernah berolahraga, kemudian ikut lari atau main badminton.

Ketiga, jalankan pola hidup sehat. "Berhentilah merokok, karena walaupun kita rajin olahraga, merokok tetap berbahaya bagi kesehatan jantung,"katanya.

Keempat, lakukan olahraga dengan baik dan benar. Istirahat yang cukup sebelumnya. Perhatikan hidrasi saat berolahraga. 

Do and Don't Berolahraga untuk Pemula Usia 35 Tahun

Do

  • Lakukan medical check-up sebelum memulai olahraga intensitas tinggi
  • Mulai olahraga secara bertahap
  • Lakukan pemanasan 5-10 menit dan pendinginan setelah olahraga
  • Jaga hidrasi dan pastikan tidur cukup
  • Berolahraga rutin sesuai kemampuan
  • Kenali faktor risiko penyakit jantung
  • Hentikan olahraga bila muncul nyeri dada, sesak, pusing, keringat dingin, atau jantung berdebar disertai lemas

Don't

  • Jangan langsung melakukan olahraga berat setelah lama tidak aktif
  • Jangan berolahraga saat flu, demam, kurang tidur, atau dehidrasi
  • Jangan memaksakan menyelesaikan latihan atau pertandingan ketika tubuh sudah memberi tanda bahaya
  • Jangan mengonsumsi minuman berenergi atau stimulan berlebihan sebelum berolahraga
  • Jangan merokok meski rutin berolahraga, karena tetap meningkatkan risiko penyakit jantung

(dec)

No more pages