Logo Bloomberg Technoz

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tercatat tetap menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan kontribusi 2,67 poin persentase, disusul investasi (PMTB) sebesar 2,06 poin, dan konsumsi pemerintah sebesar 1,07 poin. Hal ini menunjukkan permintaan domestik masih menjadi penopang utama aktivitas ekonomi nasional.

Lebih lanjut, konsumsi pemerintah terlihat mencatat pertumbuhan tertinggi di antara ketiga komponen utama, yakni 15,97% (yoy). 

BPS menyebut, kenaikan ini didorong oleh percepatan realisasi belanja pegawai, termasuk pembayaran gaji ke-13 bagi ASN, TNI, dan Polri serta tunjangan tenaga pendidik non-PNS, disertai peningkatan belanja barang dan jasa, terutama untuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Di sisi lain, net-ekspor masih menjadi faktor penghambat pertumbuhan dengan kontribusi negatif sebesar 0,78 poin persentase, meski membaik dibanding triwulan sebelumnya yang minus 1,01 poin.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sangat bergantung pada konsumsi dan investasi domestik, sementara sektor eksternal belum sepenuhnya pulih akibat tekanan pada perdagangan internasional dan tingginya impor.

Meski demikian, kombinasi konsumsi rumah tangga yang tetap kuat dan investasi yang kembali meningkat menjadi sinyal bahwa fundamental ekonomi domestik masih terjaga.

(dsp/aji)

No more pages