Logo Bloomberg Technoz

Industri Nikel Minta Pemisahan Produk Komersial & Sampingan LTJ

Sabrina Mulia Rhamadanty
05 August 2026 12:50

Sampel Logam Tanah Jarang (Peter Kollanyi/Bloomberg)
Sampel Logam Tanah Jarang (Peter Kollanyi/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) mendesak regulasi yang tegas memisahkan produk logam tanah jarang (LTJ) komersial dengan mineral ikutan alami (byproduct) yang memiliki kadar sangat rendah.

Ketua FINI Arif Perdanakusumah  mengatakan, tanpa pembedaan yang jelas, ekspor produk turunan nikel dikhawatirkan terganggu oleh pengawasan teknis di lapangan terkait dengan kandungan LTJ.

"Harapan kami, kementerian dan lembaga terkait dapat segera menerbitkan pedoman serta standar teknis ambang batas yang jelas. Harus ada diferensiasi yang tegas antara yang disebut sebagai ‘produk komersial LTJ' dengan 'mineral ikutan alami’ yang kadarnya sangat rendah,” ungkap Arif saat dihubungi, Rabu (5/8/2026).


Arif menambahkan regulasi yang dirancang pemerintah idealnya mempertimbangkan kondisi riil di lapangan. Dia menyoroti sejumlah parameter penting; mulai dari kesiapan teknologi pengolahan, kalkulasi keekonomian industri, hingga ketersediaan alat uji yang memadai bagi petugas pengawas.

Ilustrasi hasil pemrosesan logam tanah jarang asal Indonesia.

"Regulasi ini harus berpijak pada fakta industri saat ini—mulai dari kesiapan teknologi, aspek keekonomian, hingga ketersediaan alat uji di lapangan—agar operasional dan ekspor nikel nasional berjalan lancar tanpa dibayangi ketidakpastian hukum," tegasnya.