Logo Bloomberg Technoz

“Sejalan dengan berulangnya siklus ini, para trader menjadi enggan membeli saat harga turun dan lebih cenderung menjual saat harga naik, karena pergerakan naik secara konsisten tidak diikuti oleh momentum lanjutan, sementara pergerakan turun cenderung terjadi dengan kecepatan yang lebih tinggi.”

Sekitar 7 juta barel per hari mengalir melalui Selat Hormuz setiap hari, kata Mike Sommers, CEO American Petroleum Institute, dalam wawancara dengan Bloomberg TV pada hari Selasa. Angka tersebut jauh di bawah tingkat yang terlihat sebelum perang.

Harga minyak telah turun drastis dari level tertinggi bulan lalu, namun hal ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa ia menunda serangan baru terhadap Iran untuk memberi lebih banyak waktu bagi proses perundingan.

Seiring inisiatif Trump untuk meringankan beban konsumen di pompa bensin, Gedung Putih diperkirakan akan memperpanjang pengecualian terhadap Undang-Undang Jones, dilaporkan Reuters mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut. Undang-undang tersebut mewajibkan kargo yang diangkut antar pelabuhan AS harus diangkut menggunakan kapal buatan dalam negeri.

Minyak dunia. (Dok: Ilustrasi/Bloomberg)

Iran tengah mempertimbangkan untuk mengizinkan negara-negara Eropa membersihkan ranjau di Selat Hormuz, seoerti disampaikan para diplomat yang mengetahui masalah ini kepada Bloomberg, sikap ebih jinak dari sebelumnya yang melarang negara asing ikut serta dalam upaya pembersihan ranjau.

Langkah Iran akan memberikan jaminan pihak ketiga yang sangat dibutuhkan bagi industri pelayaran dan asuransi bahwa selat tersebut aman setelah lebih dari lima bulan konflik militer.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan dalam wawancara dengan CNBC pada hari Selasa, “ada kemungkinan kita akan mencapai kesepakatan hari ini atau besok untuk membuka selat tersebut.” Sementara itu, Qatar mengatakan bahwa rancangan resolusi de-eskalasi “sedang diedarkan di antara para pihak,” meskipun mereka mengingatkan bahwa belum ada kesepakatan yang pasti.

Jika kesepakatan jangka pendek tercapai, hal itu mungkin masih gagal mengakhiri perang secara tuntas atau menyelesaikan kekhawatiran AS dan Israel terkait program nuklir Iran.

Beberapa faktor teknis juga ikut memperparah aksi jual minyak. Penasihat perdagangan komoditas yang mengikuti tren telah memangkas posisi beli hingga menjadi 36% untuk Brent, dibandingkan dengan 73% pada awal sesi Selasa, menurut data dari Bridgeton Research Group milik Kpler. Para trader otomatis ini dikenal karena kecenderungan mereka memperparah fluktuasi harga ke kedua arah.

Sementara itu, Saudi Aramco mengatakan sedang mempertimbangkan opsi untuk memperluas kapasitas ekspor minyak mentahnya, termasuk dengan kemungkinan memperbesar ukuran pipa minyak timur-barat ke Pelabuhan Yanbu—sebuah jalur alternatif Selat Hormuz yang telah menjadi jalur vital bagi Arab Saudi selama perang.

Ekspor minyak mentah Arab Saudi yang tercatat sedikit menurun pada Juli karena perang mengganggu aliran melalui Selat Hormuz dan pemberontak Houthi mengancam pengiriman di Laut Merah.

Karena konflik menghambat aliran pasokan dari kawasan tersebut, pasar minyak global “benar-benar” mengalami defisit pasokan, kata Greg Sharenow dari Pacific Investment Management Co. dalam wawancara dengan Bloomberg TV pada Selasa.

Harga:

  • WTI untuk pengiriman September turun 5,7% dan ditutup pada US$75,77/barel di New York.
  • Brent untuk penyelesaian Oktober turun 5,3% dan ditutup pada US$79,36/barel.

Sementara itu, serangan Ukraina yang menargetkan berbagai titik di rantai pasokan minyak Rusia meningkatkan risiko gangguan lebih lanjut. Kilang-kilang besar, kapal tanker minyak, dan infrastruktur pipa utama terkena serangan setidaknya 30 kali pada bulan Juli — angka serangan bulanan tertinggi kedua sejak invasi skala penuh Rusia pada tahun 2022.

Dalam beberapa hari terakhir, empat kapal menyelesaikan proses pemuatan di terminal Caspian Pipeline Consortium, sebuah pelabuhan di Laut Hitam yang terletak di pesisir Rusia dan sangat penting bagi ekspor minyak mentah Kazakhstan.

(bbn)

No more pages