Juru bicara Telegram mengatakan bahwa Apple telah melaporkan satu pengguna yang membagikan materi pelecehan seksual terhadap anak, dan pengguna tersebut langsung diblokir. Telegram telah menghapus lebih dari 300.000 grup dan saluran yang terkait dengan materi semacam itu tahun ini, kata juru bicara tersebut.
Pendiri Telegram yang juga seorang miliarder, Pavel Durov, didakwa di Prancis pada tahun 2024 atas tuduhan bahwa ia terlibat dalam penyebaran gambar seksual anak-anak dan kejahatan lain di platformnya, dan pada awalnya dilarang meninggalkan negara tersebut hingga larangan bepergian tersebut dicabut tahun lalu. Ia telah lama mengecam upaya-upaya untuk membatasi Telegram.
Durov didakwa oleh Rusia pekan lalu atas tuduhan mendukung terorisme, dengan Moskow menuduhnya membiarkan aplikasi pesan instan populer tersebut digunakan oleh badan keamanan Ukraina.
Telegram yang bermarkas di Dubai menyatakan memiliki lebih dari 1 miliar pengguna aktif bulanan.
(bbn)































