Insiden ini bukan kali pertama Telegram bermasalah dengan App Store. Pada Februari 2018, Apple sempat menarik Telegram secara global setelah menemukan konten yang dikategorikan sebagai tidak pantas (inappropriate content) di dalam aplikasi.
Saat itu, pendiri Telegram Pavel Durov mengatakan Apple telah memberi tahu perusahaan mengenai keberadaan konten tersebut. Telegram kemudian menambahkan perlindungan dan mekanisme moderasi tambahan sebelum aplikasinya dikembalikan ke App Store.
Telegram juga pernah menghadapi pembatasan di sejumlah negara. Pada 2023, aplikasi tersebut sempat diblokir di Brasil karena tidak memenuhi permintaan otoritas terkait penyelidikan kelompok yang diduga menyebarkan kekerasan di sekolah.
Pada 2024 Apple juga menghapus Telegram dari App Store di China, bersama WhatsApp, Threads, dan Signal, usai menerima perintah dari regulator internet setempat. Penghapusan tersebut hanya berlaku untuk wilayah China dan hingga kini masih diberlakukan.
Meski memiliki riwayat penghapusan sementara di App Store, belum ada indikasi bahwa insiden terbaru berkaitan dengan pelanggaran kebijakan App Store maupun permintaan regulator. Penyebab Telegram sempat menghilang dari App Store pada Senin masih belum diketahui.































