Logo Bloomberg Technoz

Harga minyak bergerak sangat fluktuatif dalam beberapa pekan terakhir setelah pertempuran kembali pecah menyusul runtuhnya gencatan senjata pada Juni dan konflik meluas hingga Laut Merah. Trump berulang kali menyebut adanya upaya diplomatik ketika ia membatalkan ancaman eskalasi militer, yang kemudian berujung pada kegagalan perundingan. Pada Senin, Trump juga membatalkan serangan terhadap Iran yang disebutnya akan menjadi serangan terbesar sejak Perang Dunia II.

“Selama masih ada celah untuk memindahkan minyak mentah, saya pikir situasi naik-turun ini akan terus berlanjut,” kata Carolyn Kissane, associate dean di Center for Global Affairs, New York University. “Iran tidak ingin melakukan eskalasi, tetapi ingin mempertahankan ketegangan, dan akan ada lebih banyak serangan setelah pasar mundur seperti ini. Kita pernah berada dalam situasi seperti ini sebelumnya.”

Pengiriman komoditas melalui Selat Hormuz — yang sebelum perang menjadi jalur bagi sekitar seperlima minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia — telah melambat hingga nyaris terhenti. Sementara itu, pelabuhan ekspor utama Arab Saudi, Yanbu, di Laut Merah, tampaknya mencatat aktivitas tersibuknya sejak ancaman Houthi mengacaukan pelayaran di kawasan tersebut. Kondisi itu terjadi ketika semakin banyak kapal melintas tanpa menyalakan sistem identifikasi melalui jalur sempit Bab el-Mandeb.

Namun, ekspor minyak mentah Arab Saudi yang terpantau sedikit menurun pada Juli karena ancaman terhadap lalu lintas kapal di Teluk Persia dan Laut Merah menahan pengiriman dari kerajaan tersebut. Ekspor mencapai 4,19 juta barel per hari, berdasarkan data pelacakan kapal tanker yang dihimpun Bloomberg, atau 460.000 barel per hari lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.

Ketika pasar energi global berada di bawah tekanan akibat perang Iran, perubahan pola serangan Ukraina terhadap rantai pasokan minyak Rusia meningkatkan risiko gangguan lebih lanjut terhadap arus minyak global. Kilang-kilang besar, kapal tanker minyak, serta infrastruktur laut dan jaringan pipa utama menjadi sasaran setidaknya 30 kali pada Juli — jumlah serangan bulanan tertinggi kedua sejak invasi penuh Rusia ke Ukraina pada 2022.

Dalam beberapa hari terakhir, empat kapal tanker telah menyelesaikan proses pemuatan di terminal Caspian Pipeline Consortium, sebuah pelabuhan Laut Hitam di pesisir Rusia yang sangat penting bagi ekspor minyak mentah Kazakhstan. Serangan terbaru terhadap kapal tanker minyak di kawasan tersebut membuat sejumlah pemilik kapal berhati-hati untuk melakukan pemuatan di sana.

Harga:

  • WTI untuk pengiriman September turun 0,4% menjadi US$80,02 per barel pada pukul 06.40 waktu Singapura.
  • Brent untuk penyelesaian kontrak Oktober ditutup 4,7% lebih rendah di level US$83,77 per barel pada Senin.

(bbn)

No more pages