Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, ekspor industri alat olahraga meningkat 12% dengan nilai mencapai US$306,3 juta. Adapun industri kosmetik mencatat pertumbuhan ekspor yang lebih tinggi, yakni 13,7% menjadi US$473,8 juta.

Faisol menambahkan, pemerintah terus mendorong peningkatan daya saing industri melalui penguatan kualitas produk, inovasi, standardisasi, hingga sertifikasi halal. Sebab, langkah tersebut penting untuk memperluas pangsa pasar domestik maupun ekspor.

"Khususnya untuk konsumen muslim yang ada di Asia dan Afrika yang jumlahnya mencapai 2 miliar manusia," tegasnya. 

Perkuat Daya Saing IKM

Pada kesempatan tersebut, Faisol menuturkan pihaknya akan terus memperkuat daya saing industri kecil dan menengah (IKM), khususnya di sektor pakaian jadi, alas kaki, dan alat olahraga, melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), modernisasi teknologi, hingga perluasan akses pasar.

Adapun mengacu pada Badan Pusat Statistik (BPS), industri kecil subsektor pakaian jadi menyerap sekitar 1,2 juta tenaga kerja. Sementara itu, subsektor kulit, produk kulit, dan alas kaki memiliki sekitar 53.000 unit usaha dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 205.000 orang.

Di sisi lain, Faisol juga menyoroti perkembangan industri kosmetik nasional yang dinilai semakin kompetitif. Menurutnya, banyak merek kosmetik lokal yang kini mampu menembus pasar regional hingga global.

Berdasarkan data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), jumlah industri kosmetik meningkat sekitar 87% menjadi 1.655 unit per Juli 2026, seiring bertambahnya produk kosmetik yang terdaftar.

"Secara khusus program restrukturisasi mesin dan peralatan produksi terus dilaksanakan sebagai bagian dari kecepatan transformasi teknologi bagi IKM," pungkasnya.  

(mfd/ell)

No more pages