Logo Bloomberg Technoz

Ateng juga menyampaikan, Bandara Ngurah Rai, Bali, masih menjadi pintu masuk utama Wisman dengan dominasi wisatawan pemegang paspor Australia. 

Sementara itu, rata-rata pengeluaran Wisman pada triwulan II-2026 mencapai 1.285 US$ (AS) per kunjungan. Nilai tersebut menurun dibandingkan triwulan I-2026, tetapi lebih tinggi dibandingkan triwulan II-2025.

Rata-rata lama tinggal Wisman pada triwulan II-2026 tercatat 10,30 malam, lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya. Adapun alokasi pengeluaran terbesar digunakan untuk akomodasi sebesar 37,21%, diikuti makanan dan minuman 19,81%, serta belanja dan cendera mata 11,04%. Menurut Ateng, terjadi peningkatan proporsi pengeluaran untuk hiburan, sewa kendaraan, dan penerbangan domestik.

Pada kesempatan yang sama, BPS juga melaporkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara (Wisnus) pada Juni 2026 mencapai 107,19 juta perjalanan. Jumlah tersebut naik 0,97% secara bulanan dan meningkat 1,98% dibandingkan Juni 2025. 

Secara kumulatif Januari–Juni 2026, perjalanan Wisnus mencapai 630,41 juta perjalanan atau tumbuh 2,71% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Capaian kunjungan WisNus Januari sampai dengan Juni tahun 2026 ini merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2019 yang lalu," ujar Ateng.

Sementara itu, jumlah perjalanan warga negara Indonesia ke luar negeri atau wisatawan nasional pada Juni 2026 mencapai 766,78 ribu perjalanan. Angka tersebut meningkat 39,32% secara bulanan dan naik 5,39% secara tahunan. 

Namun, secara kumulatif Januari–Juni 2026 jumlah perjalanan ke luar negeri tercatat 4,46 juta perjalanan atau turun 2,40% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Ateng menjelaskan, lonjakan perjalanan wisatawan nasional (wisnas) pada Juni 2026 secara bulanan salah satunya dipengaruhi oleh kepulangan jemaah haji ke Indonesia.

(dec)

No more pages