Harga minyak anjlok tajam pada awal perdagangan Senin.
Trump mengisyaratkan bahwa kesepakatan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz mungkin sudah dekat. Pada saat yang sama, ia mengatakan akan tetap melanjutkan upaya menuju denuklirisasi Iran.
Presiden AS itu mengatakan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi menyampaikan kepadanya pada akhir pekan bahwa ia lebih memilih kelanjutan perundingan dibandingkan pelaksanaan serangan yang telah direncanakan.
"Mereka mengatakan bahwa kami jauh lebih memilih sebuah kesepakatan daripada serangan karena Anda tidak tahu ke mana serangan-serangan itu akan berujung," ujar Trump.
"Maksud saya, apakah negara mereka akan dibanjiri orang-orang yang melarikan diri ke wilayah mereka dan memicu bencana? Ada jauh lebih banyak hal baik yang bisa terjadi."
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, sebelumnya mengatakan melalui Telegram pada Minggu bahwa perundingan antara Iran dan Oman telah memasuki tahap akhir.
Kedua negara yang mengapit Selat Hormuz itu sedang membahas jalur baru melalui selat tersebut.
Namun, pembicaraan itu tidak mencakup apakah selat tersebut akan ditutup atau tetap dibuka, kata juru bicara Araghchi, Esmail Baghaei, dalam wawancara dengan televisi pemerintah Iran.
Baghaei menyalahkan Amerika Serikat atas penutupan jalur pelayaran di perairan tersebut.
Gelombang serangan balasan antara Iran dan sekutu-sekutu Amerika Serikat telah menyasar sejumlah negara di Timur Tengah.
Sementara itu, penutupan efektif Selat Hormuz oleh Teheran—yang merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia—telah memicu gejolak tajam pada harga energi.
(bbn)




























