Jerman mengumumkan akan memperpanjang pemeriksaan di perbatasannya hingga September. Sementara itu, Italia memutuskan memberlakukan pemeriksaan masuk bagi warga negara non-Uni Eropa yang datang dari Spanyol.
"Gambar-gambar yang datang dari Ceuta tidak dapat diterima," tulis Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, yang memimpin badan eksekutif Uni Eropa, melalui akun X. "Kita tidak bisa membiarkan siapa pun memasuki Uni Eropa tanpa mematuhi aturan yang berlaku."
Presiden Dewan Eropa Antonio Costa, yang memimpin pertemuan para pemimpin Uni Eropa, menyampaikan solidaritasnya kepada Spanyol. Ia memuji "respons tegas" pemerintah Spanyol, termasuk langkah-langkah untuk memerangi migrasi ilegal dan membongkar jaringan penyelundupan manusia.
Kedatangan puluhan ribu migran ke Ceuta kembali menyoroti kawasan Schengen, yaitu zona bebas pergerakan yang mencakup 25 negara anggota Uni Eropa, serta Liechtenstein, Norwegia, Swedia, dan Islandia. Meski demikian, para pejabat Uni Eropa menegaskan bahwa siapa pun yang tiba di Ceuta maupun Melilla—wilayah eksklave Spanyol lainnya di pesisir Afrika Utara—tetap tunduk pada ketentuan khusus dalam Schengen Border Code, yang mengharuskan mereka menjalani pemeriksaan perbatasan sebelum dapat melanjutkan perjalanan ke daratan utama Eropa.
Para pejabat juga menegaskan bahwa Uni Eropa tetap memiliki hubungan baik dengan Maroko. Pertemuan antara Duta Besar Uni Eropa di Rabat dan Kementerian Luar Negeri Maroko dijadwalkan berlangsung pada Senin.
(bbn)






























