Logo Bloomberg Technoz

Ekonom: Independensi Calon Gubernur BI Fondasi Kebijakan Moneter

Mis Fransiska Dewi
29 July 2026 15:00

Suasana keramaian di depan kantor Bank Indonesia, Jakarta. Dok: Dimas Ardian/Bloomberg
Suasana keramaian di depan kantor Bank Indonesia, Jakarta. Dok: Dimas Ardian/Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom berpandangan independensi calon Gubernur Bank Indonesia (BI) merupakan fondasi utama agar kebijakan moneter tetap kredibel dan konsisten menjaga stabilitas. Hal ini merespons pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai gubernur bank sentral. 

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet mengungkapkan independensi ini tidak cukup hanya dijamin oleh undang-undang, tetapi juga harus tercermin dalam kemampuan mengambil keputusan berdasarkan kondisi ekonomi, bukan tekanan politik jangka pendek. 

“Tanpa ruang gerak yang independen, kebijakan suku bunga dan pengelolaan likuiditas berisiko digunakan untuk kepentingan stimulasi sesaat, sehingga sasaran pengendalian inflasi menjadi bergeser,” kata Yusuf ketika dihubungi, Rabu (29/7/2026). 


Dalam konteks Indonesia, kata dia, pemisahan yang jelas antara kebijakan fiskal dan moneter sangat penting. Pengalaman krisis 1997 hingga 1998 menunjukkan bahwa ketika bank sentral kehilangan independensinya dan harus mendukung pembiayaan pemerintah, jumlah uang beredar dapat meningkat berlebihan, inflasi naik, nilai tukar tertekan, dan daya beli masyarakat melemah. 

“Karena itu, bank sentral harus mampu menolak tekanan untuk melakukan monetisasi defisit agar disiplin fiskal tetap terjaga,” tuturnya.