"Kalau memperhatikan kinerja BCA di semester pertama, pertumbuhan kredit kami masih cukup baik. Secara keseluruhan kami masih on track untuk mempertahankan target sepanjang tahun 2026," katanya.
Ia menambahkan, transmisi kenaikan suku bunga acuan ke bunga kredit BCA sejauh ini masih sangat terbatas. Meski BI telah menaikkan suku bunga sebesar 100 basis poin, penyesuaian bunga kredit BCA pada kuartal II hanya sekitar empat basis poin dibandingkan kuartal sebelumnya.
"Apakah ada transmisi suku bunga? Tidak besar. Kuartal ke kuartal kami hanya naik sekitar empat basis poin. Jadi tidak terlalu material dibandingkan kenaikan BI sebesar 100 basis poin karena yang kami utamakan adalah menjaga potensi pertumbuhan yang lebih baik," jelas Vera.
Sementara itu, Wakil Presiden Direktur BCA, John Kosasih mengatakan peluang pertumbuhan kredit hingga akhir tahun masih didukung oleh meningkatnya penggunaan (usage) fasilitas pinjaman, baik untuk kebutuhan modal kerja maupun investasi. Menurutnya, permintaan pembiayaan dari berbagai sektor produktif masih menunjukkan tren yang positif.
"Kalau kami lihat di first half 2026 ini, pertumbuhan kredit juga tidak lepas dari usage yang mengalami peningkatan. Baik kebutuhan modal kerja maupun investasi mengalami peningkatan, dan itu ditopang oleh beberapa industri yang telah kami sampaikan," ujar John.
Ia menambahkan, pipeline pembiayaan untuk menopang pertumbuhan kredit pada semester II juga masih kuat. Sejumlah sektor yang menjadi fokus antara lain infrastruktur yang terkait dengan teknologi, transportasi dan logistik, jasa keuangan, perkebunan, pertanian, serta sektor-sektor berbasis sumber daya alam.
"Pipeline kami untuk menopang loan growth di semester kedua juga masih berasal dari sektor-sektor tersebut. Tentu saja penggunaan fasilitas kredit kami lihat masih dapat bertahan di posisi saat ini," kata John.
(dhf)





























