Kinerja tersebut ditopang antara lain oleh penurunan beban umum dan administrasi menjadi Rp215,61 miliar dari Rp220,94 miliar pada periode yang sama tahun lalu, meski beban penjualan dan distribusi meningkat seiring aktivitas operasional.
Laba sebelum pajak penghasilan badan tercatat sebesar Rp606,33 miliar, naik dari Rp442,79 miliar pada semester I tahun lalu.
Sementara itu, beban pajak penghasilan meningkat menjadi Rp120,36 miliar dari Rp52,27 miliar sehingga laba periode berjalan tercatat Rp485,97 miliar.
Dari sisi operasional, MIDI melakukan ekspansi jaringan toko. Hingga 30 Juni 2026, MIDI mengoperasikan 2.662 gerai yang terdiri atas 2.395 minimarket milik sendiri, 178 minimarket waralaba, 86 supermarket, dan tiga toko buah.
Jumlah tersebut bertambah 75 gerai dibandingkan posisi akhir 2025 yang sebanyak 2.587 gerai.
Sementara itu, total aset perseroan meningkat menjadi Rp9,27 triliun per akhir Juni 2026 dari Rp9,13 triliun pada akhir Desember 2025.
Total ekuitas juga naik menjadi Rp4,63 triliun dari Rp4,54 triliun pada akhir tahun lalu.
(fik/naw)































