Perry Warjiyo Mundur Jadi Bos BI, Ini Dampaknya ke Rupiah & SBN
Mis Fransiska Dewi
27 July 2026 12:27

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ekonom berpandangan mundurnya Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) bisa berdampak pada kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dan pasar Surat Berharga Negara (SBN).
Hal ini merespons mundurnya Perry secara mendadak karena alasan pribadi namun disebut sudah mendapatkan persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto. Perry berkirim surat pengunduran diri ke presiden pada 25 Juli 2026.
“Nilai tukar rupiah sempat mengalami tekanan hebat hingga mendekati level Rp17.600 hingga Rp18.150 per dolar AS, yang memicu kekhawatiran luas terhadap stabilitas harga barang impor, beban utang luar negeri, dan daya beli masyarakat,” tutur Ekonom Universitas Airlangga Surabaya Rahma Gafmi dalam keterangan tertulis, Senin (27/7/2026).
Di sisi lain, Rahma menyebut situasi ekonomi semakin tertekan oleh faktor eksternal, termasuk dampak lanjutan dari konflik global dan perang Amerika Serikat (AS) dan Iran yang mengganggu rantai pasok energi termasuk di jalur Selat Hormuz, mendorong lonjakan harga minyak dunia, serta memperkuat dominasi dolar AS secara global.
Atas permasalahan tersebut, kebijakan suku bunga dan instrumen stabilisasi yang ditempuh Bank Indonesia seperti operasi moneter, lelang repo, hingga intervensi pasar, mendapat sorotan tajam dan kritik dari parlemen karena dinilai belum cukup cepat atau optimal dalam meredam gejolak pelemahan rupiah di pasar keuangan.



























