Logo Bloomberg Technoz

Saat ditanya dalam acara Meet the Press di saluran NBC pada hari Minggu mengenai apakah Trump telah memutuskan untuk membatalkan eskalasi, Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Mike Waltz menyatakan bahwa ia “sama sekali tidak akan menyimpulkan sejauh itu.”

“Presiden tetap membuka seluruh opsi yang tersedia,” ujar Waltz. “Apa yang dilakukan presiden saat ini, seperti yang telah kita lihat sejak awal, adalah memberikan ruang bagi proses diplomasi.”

Sang duta besar menggambarkan pembicaraan yang berlangsung bersifat “terus berjalan dan dilakukan di setiap tingkatan,” mulai dari diskusi masalah teknis hingga “tingkat tertinggi” kepemimpinan Iran dan AS. Namun, ia tidak merinci lebih lanjut.

Di tengah lalu lintas pelayaran Selat Hormuz yang lumpuh total, bentrokan antara Houthi Yaman dan Arab Saudi turut meningkatkan ketegangan di jalur krusial lainnya—Bab el-Mandeb di kawasan selatan Laut Merah.

Kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim telah menembakkan rudal dan drone ke fasilitas yang terhubung dengan raksasa minyak Saudi Aramco di kota pelabuhan Jizan dan Yanbu pada hari Sabtu. Belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Arab Saudi maupun pihak Aramco terkait serangan ini.

Otoritas Arab Saudi sempat mengeluarkan peringatan darurat singkat sebelum menyatakan bahaya telah berlalu. Koalisi pimpinan Arab Saudi kemudian membalas dengan menggempur posisi militer Houthi pada Sabtu malam, menurut laporan Yemen TV, saluran yang berafiliasi dengan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Eskalasi di Laut Merah makin memperparah kemacetan parah pada arus energi regional akibat terhentinya hampir seluruh lalu lintas melalui Selat Hormuz, yang sebelumnya menjadi jalur bagi seperlima pasokan minyak mentah dunia.

Pada hari Jumat, koalisi pimpinan Saudi menggempur pelabuhan yang kerap dijadikan basis serangan maritim Houthi di Laut Merah. Houthi juga mengumumkan bakal memblokade pelabuhan-pelabuhan Arab Saudi dan telah menyerang tiga kapal tanker minyak yang terhubung dengan Arab Saudi di laut tersebut.

Apabila gangguan terhadap jalur ekspor Arab Saudi melalui Laut Merah terus berlanjut, termasuk ekspor jutaan barel minyak per hari melalui pelabuhan Yanbu sebagai jalur alternatif, harga minyak dunia diperkirakan akan semakin meningkat.

Harga minyak Brent telah melonjak sekitar 27 persen dalam dua pekan terakhir seiring meningkatnya konflik antara AS dan Iran serta keterlibatan Houthi yang secara efektif membuka medan perang kedua dalam perang tersebut. Minyak Brent ditutup pada level US$96,78 per barel pada Jumat.

Trump, yang disebut semakin frustrasi karena Teheran menolak kembali membuka Selat Hormuz, mengatakan pada Jumat malam bahwa AS "siap sepenuhnya" untuk melancarkan serangan besar terhadap Iran. Namun, ia menegaskan belum mengambil keputusan, setelah sebelumnya mengatakan kepada Axios bahwa dirinya sedang mempertimbangkan "serangan besar-besaran."

The New York Times melaporkan bahwa Trump dan para penasihatnya untuk sementara memutuskan menunda rencana meningkatkan serangan AS. Salah satu pertimbangannya adalah kekhawatiran bahwa perang akan menguras persediaan rudal pencegat Patriot dan sistem pertahanan udara lain yang sudah mulai menipis di kawasan.

Waltz pada Minggu membantah laporan tersebut. Menurutnya, militer AS memiliki seluruh perlengkapan yang dibutuhkan untuk menjalankan operasi militernya.

Axios juga melaporkan pada Minggu bahwa Laksamana Brad Cooper, komandan tertinggi AS yang membawahi kawasan Timur Tengah, merekomendasikan penghentian serangan karena dinilai telah mencapai batas efektivitasnya. Mengutip sejumlah sumber di kawasan, Cooper menyampaikan kepada pejabat Gedung Putih dan Pentagon bahwa serangan tersebut telah melemahkan kemampuan Iran menyerang kapal-kapal dan bahwa AS telah menghabiskan seluruh daftar target yang tersedia.

Trump secara konsisten menyatakan bahwa "ia lebih memilih solusi diplomatik, tetapi tetap mempertahankan seluruh opsi apabila Iran terus melakukan aktivitas teroris di Selat Hormuz atau terhadap sekutu-sekutu kami," kata juru bicara Gedung Putih Steven Cheung dalam sebuah pernyataan. Menurutnya, akan menjadi "langkah yang bijaksana jika Iran berupaya mencapai kesepakatan melalui negosiasi."

Wakil Menteri Luar Negeri Iran dan Oman menggelar pertemuan di Teheran pada Jumat dan Sabtu untuk membahas pengelolaan navigasi maritim di Selat Hormuz, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, melalui Telegram.

"Pembicaraan berlangsung konstruktif dan menghasilkan sejumlah kemajuan," ujar Baghaei tanpa menjelaskan lebih rinci. Ia menambahkan bahwa konsultasi teknis dan politik masih terus berlangsung serta belum ada perubahan terhadap status lalu lintas pelayaran di selat tersebut.

Meningkatnya agresivitas Houthi di Laut Merah terjadi meski sebelumnya terdapat gencatan senjata yang rapuh antara Arab Saudi dan Yaman, negara yang telah dilanda perang saudara selama 12 tahun.

Houthi berhasil bertahan dari kampanye pengeboman selama sekitar tujuh tahun yang dipimpin Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, serta hingga kini masih menguasai wilayah yang dihuni sebagian besar dari lebih 40 juta penduduk Yaman.

Iran merupakan pendukung dan penyandang dana utama Houthi. Meski demikian, kelompok tersebut dinilai memiliki tingkat otonomi yang lebih besar dibandingkan kelompok proksi Iran lainnya seperti Hizbullah di Lebanon.

(bbn)

No more pages