Logo Bloomberg Technoz

Adapun, IHSG telah kembali bergerak di bawah rata-rata pergerakan lima hari, meski masih mampu bertahan di atas MA10. Histogram MACD positif terus menyempit, sementara indikator Stochastic RSI mulai berbalik menuju area pivot. Kondisi tersebut mengindikasikan momentum penguatan mulai melemah sehingga ruang koreksi masih terbuka apabila sentimen eksternal belum mereda.

"Dengan kondisi tersebut, IHSG berpotensi menguji level 6.000-6.100 pada pekan depan jika harga minyak masih bertahan di level tinggi," lanjut Phintraco.

Sementara untuk perdagangan Senin (27/7/2026) besok, Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih melanjutkan fase koreksi.

Pelemahan 1,88% pada perdagangan Jumat membuat indeks telah bergerak di bawah MA60 dan mencapai target koreksi minimum yang sebelumnya diproyeksikan. Meski demikian, pada timeframe mingguan IHSG masih menguat tipis 0,34%, namun kenaikan tersebut disertai tekanan jual.

Meski masih berada dalam fase koreksi, peluang rebound jangka pendek dinilai tetap terbuka apabila IHSG mampu bertahan di atas area support tersebut. "Adapun area penguatan terdekatnya berada di 6.198-6.222," kata Herditya.

(dhf)

No more pages