"Frekuensi transaksi harian juga mengalami peningkatan sebesar 14,4% menjadi 2,67 juta kali transaksi dari 2,33 juta kali transaksi pada pekan lalu," ujar Kautsar dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (25/7/2026).
Selain frekuensi, aktivitas perdagangan di bursa saham secara keseluruhan mencatatkan lonjakan signifikan. Rata-rata nilai transaksi harian bursa melesat 41,21% menjadi Rp19,75 triliun dari Rp13,99 triliun pada pekan sebelumnya.
Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian bursa melompat 66,88% menjadi 43,68 miliar lembar saham dibanding pekan lalu sebesar 26,17 miliar lembar saham.
Di sisi lain, pergerakan dana pemodal asing masih didominasi aksi jual. Pemodal asing mencatatkan nilai jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp1,36 triliun pada perdagangan akhir pekan, Jumat (24/7/2026).
Secara akumulatif sepanjang tahun berjalan (year-to-date/ytd) 2026, investor asing telah membukukan aksi jual bersih mencapai Rp79,09 triliun.
Laju IHSG yang tetap bertahan di zona positif dalam sepekan ditopang oleh kinerja sejumlah saham penggerak utama (top leaders).
Saham PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) memimpin jajaran penopang dengan menyumbang dorongan sebesar 8,45 indeks poin, disusul oleh saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang memberikan kontribusi penguatan sebesar 5,12 indeks poin, serta saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang menopang sebesar 4,38 indeks poin.
Kombinasi akumulasi beli pada saham-saham sektor komoditas dan properti tersebut menjadi benteng utama penahan laju koreksi IHSG hingga akhir pekan.
Sebaliknya, penguatan IHSG tertahan akibat tekanan aksi lepas saham pada sektor perbankan berkapitalisasi besar atau big caps yang menjadi pemberat utama.
Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan tekanan terbesar dengan memangkas laju IHSG sebesar 9,62 indeks poin, diikuti saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang turut menyeret indeks sebesar 7,84 indeks poin.
Pelemahan pada saham-saham perbankan kelas berat ini terjadi seiring tingginya tekanan jual investor asing atau net foreign sell pada akhir pekan.
(smr/wep)






























