Logo Bloomberg Technoz

Risiko eskalasi lebih lanjut meningkat, dan tidak dapat dikesampingkan bahwa harga minyak akan kembali menguji level tertinggi awal tahun ini jika aksi militer semakin intensif, menurut CIO UBS, Ulrike Hoffmann-Burchardi. Namun, ia memperkirakan arus energi melalui Selat Hormuz akan pulih seiring berjalannya waktu.

Indeks S&P 500 Berfluktuasi karena Penurunan Harga Minyak Mengimbangi Aksi Jual Saham Chip: Ringkasan Pasar (Bloomberg)

“Ini berarti tekanan inflasi seharusnya mereda seiring berjalannya tahun ini, dan siklus pengetatan kebijakan moneter yang agresif tampaknya masih tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat,” ucap dia..

“Seperti yang telah kita saksikan berkali-kali dalam beberapa tahun terakhir, pasar saham cenderung bereaksi berlebihan terhadap perkembangan perang, sebagian karena peristiwa perang cenderung menimbulkan ketidakpastian,” kata Thomas Lee dari Fundstrat Global Advisors. “Namun, periode-periode penghindaran risiko ini telah menjadi peluang beli di masa lalu, dan kami memperkirakan hal ini akan terulang kembali.”

Di antara bermacam alasan untuk optimis, Lee mengungkap bahwa musim laporan keuangan yang solid. Sekitar 85% perusahaan S&P 500 yang telah melaporkan hasilnya sejauh ini telah melampaui perkiraan laba, proporsi tertinggi dalam lima tahun, menurut data yang dikompilasi oleh Bloomberg Intelligence.

Trader sedang bersiap menyambut laporan keuangan pekan depan dari perusahaan-perusahaan berkapitalisasi raksasa, termasuk Microsoft Corp., Meta Platforms Inc., Apple Inc., dan Amazon.com Inc.

Di sisi ekonomi, aktivitas bisnis AS tumbuh dengan laju tercepat dalam delapan bulan terakhir karena permintaan domestik yang kuat terhadap jasa mengimbangi melemahnya produksi pabrik, meningkatnya keterlambatan rantai pasokan, dan kenaikan biaya. Penjualan rumah baru pun meningkat.

(bbn)

No more pages