Logo Bloomberg Technoz

Di sisi berseberangan, Iran, membalas dengan menargetkan pangkalan-pangkalan AS di kawasan itu, termasuk di Kuwait dan Bahrain.

Reaksinya saat mendapat pertanyaan apakah ia telah mengambil keputusan untuk melancarkan putaran baru aksi militer besar-besaran, Trump menjawab tidak.

“Lihat, kami sedang berbicara dengan mereka saat ini. Saya rasa mereka semakin serius seiring berjalannya hari, mungkin karena alasan yang jelas. Kami sudah siap tempur dan siap bertindak. Namun, kami sedang berbicara dengan mereka, jadi saya pikir selama kami masih berdiskusi, kita akan lihat hasilnya nanti,” ucap dia.

Pernyataan Trump tersebut menegaskan dilema yang dihadapinya usai kesepakatan damai sementara gagal dan nyaris menutup Selat Hormuz. Dalam sebuah postingan di Truth Social pada Kamis, Trump mengancam akan memberi “hukuman militer sakal besar” kepada Iran dan kelompok militan Houthi di Yaman jika mereka menyerang kapal-kapal komersial.

Belum jelas apakah pertimbangan semacam itu dilakukan bersama Israel, yang bergabung dengan AS dalam menyerang Iran pada awal perang pada akhir Februari. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan bertemu Trump di Washington pada hari Selasa, demikian menurut pernyataan dari kantornya.

Titik-titik serangan yang dilancarkan Iran dan Amerika Serikat ke masing-masing target.

Dalam postingan media sosial lainnya pada Jumat, Trump memperingatkan Rusia dan China bahwa jika mereka menjual senjata ke Iran, “itu akan sangat merugikan mereka.” Namun, ia mengatakan, dari sudut pandangnya, kedua negara tersebut “tidak ikut” dalam peperangan. Laporan intelijen AS dan Barat menyebutkan bahwa kedua negara tersebut telah memberikan informasi sasaran dan komponen kepada Teheran, menurut laporan media, klaim yang dibantah oleh Beijing dan Moskow.

Ketika ditanya pada hari Jumat mengenai siapa saja yang terlibat dalam pembicaraan dengan Iran, Trump menyebutkan Wapres JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio. Trump mengatakan bahwa ia tidak terburu-buru untuk mengakhiri konflik tersebut, meskipun pemilihan umum akan digelar pada bulan November, di mana para pemilih AS berisiko menghukum Partai Republiknya akibat tingginya harga bahan bakar yang disebabkan oleh perang tersebut.

Kelompok Houthi yang berbasis di Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap kapal tanker minyak Saudi pekan ini, yang membuka front baru dalam konflik yang telah mendorong harga minyak melampaui US$100 per barel dan harga bensin eceran AS melebihi US$4 per galon.

Harga minyak mentah Brent turun pada hari Jumat, namun diperkirakan akan mencatatkan kenaikan mingguan sekitar 10% seiring konflik yang terus memanas.

Trump pada awal pekan ini memperingatkan Teheran bahwa “segala bentuk kerusakan yang terjadi pada Kapal, Kargo, atau apa pun yang terkait dengannya, akan dibayar menggunakan Dana Iran yang dimiliki dan dikendalikan oleh Amerika Serikat.”

(bbn)

No more pages