Logo Bloomberg Technoz

Namun demikian, pemerintah optimistis laju pertumbuhan akan meningkat pada semester II, ditopang terjaganya likuiditas dan penerapan kebijakan fiskal yang prudent. “Kemarin [kuartal pertama] 5,6%, mungkin kuartal kedua 5,4% sampai 5 point sekian,” kata Purbaya di kantornya, Kamis (23/7/2026).

Purbaya belum memerinci proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk semester II-2026. Namun, dia optimistis kinerja ekonomi pada kuartal III dan IV akan lebih baik dibandingkan semester pertama.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, pemerintah akan memastikan likuiditas di dalam sistem perekonomian tetap memadai. Dia menegaskan kecukupan likuiditas menjadi faktor penting untuk menopang aktivitas dunia usaha, investasi, dan konsumsi masyarakat.

“Karena kita pastikan cukup uang di sistem perekonomian untuk mendorong ekonomi,” ujar Purbaya.

Sebelumnya diberitakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada awal kuartal 2026 yang mencapai 5,61% secara yoy. Pertumbuhan ekonomi tersebut berdasarkan pada  Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku tercatat Rp6.187,2 triliun, dan atas dasar harga konstan Rp3.447 triliun.

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan pertumbuhan ekonomi tersebut lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2025 yang saat itu tercatat 4,87% (yoy).

Kendati demikian, pertumbuhan ekonomi kuartal pertama tahun ini mengalami kontraksi 0,77% secara triwulanan (q-t-q) dibanding kuartal akhir 2025.

(mfd/wep)

No more pages