Logo Bloomberg Technoz

"Kalau kita lihat dari yield-nya kan bagus kan? Yang 3 tahun itu 1,9% sekian kan? Yang 5 tahun 2,19%. Bagus kan? Lebih bagus daripada Dim Sum Bond," kata Purbaya.

Bendahara Negara tersebut menyampaikan suksesnya rilis perdana Panda Bond kemarin, bukan hanya untuk mencari sumber pembiayaan baru, melainkan juga melakukan diversifikasi basis investor dan mengurangi ketergantungan terhadap pasar dolar Amerika Serikat (AS).

Di sisi lain, Purbaya menyebut akan membuka peluang akan kembali merilis Panda Bond pada tahun ini. 

"Mungkin iya," kata Purbaya singkat ketika ditanya soal kemungkinan merilis Panda Bond kembali tahun ini.

Kementerian Keuangan baru saja menyelesaikan transaksi penerbitan Panda Bond senilai CNY7 miliar atau sekitar Rp18,47 triliun (dengan asumsi 1 CNY sama dengan Rp2.638) atau sekitar US$1,03 miliar. Angka ini sedikit lebih besar dibanding dengan target pemerintah sebesar US$1 miliar.

Penerbitan tersebut terdiri atas dua tenor, yakni tenor tiga tahun senilai CNY5,6 miliar atau sekitar Rp14,78 triliun serta tenor lima tahun sebesar CNY1,4 miliar atau sekitar Rp3,69 triliun.

Adapun total permintaan (order) yang masuk mencapai CNY17 miliar atau sekitar Rp44,85 triliun, sehingga menghasilkan bid-to-cover ratio sebesar 2,4 kali.

Permintaan tersebut terdiri atas CNY12,38 miliar atau sekitar Rp32,66 triliun untuk tenor tiga tahun dengan bid-to-cover ratio 2,2 kali, serta CNY4,62 miliar atau sekitar Rp12,19 triliun untuk tenor lima tahun dengan bid-to-cover ratio 3,3 kali.

Dalam transaksi tersebut, Panda Bond tenor tiga tahun senilai CNY5,6 miliar ditetapkan dengan yield sebesar 1,90%, sedangkan tenor lima tahun senilai CNY1,4 miliar memiliki yield sebesar 2,19%. Setelmen penerbitan Panda Bond dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli 2026. Kisaran yield tersebut lebih rendah dibandingkan dengan kisaran target pemerintah yakni sebesar 2,3% sampai 2,5%.

(lav)

No more pages