Logo Bloomberg Technoz

Sementara indeks saham LQ45 yang berisikan saham–saham unggulan juga ikut melemah dan terjerembab di zona merah, dengan kehilangan 1,66% di posisi 616.

Saham–saham unggulan LQ45 yang juga bergerak pada teritori negatif dan menyeret IHSG di zona merah antara lain, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) -7,28%, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) -6,01%. Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) -5,08%, dan saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) -4,78%.

Sama halnya, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) -4,67%, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terpele-et 4,51%. Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) -4,47%, dan saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) -4,33%.

Panin Sekuritas memaparkan bahwa IHSG ditutup melemah pada perdagangan Sesi I sejalan dengan pergerakan Wall Street yang ditutup melemah. Pangkalnya adalah tensi geopolitik yang masih tinggi, setelah adanya serangan ke–dua kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah oleh militan Houthi dan Houthi menyatakan melakukan embargo maritim untuk Arab Saudi di minggu ini. 

Selain itu, Presiden AS Donald Trump juga menyatakan sudah mendekati keputusan untuk melakukan serangan masif ke Iran, di mana serangan ini disebut akan lebih besar dari sebelumnya.

“Kekhawatiran utama investor saat ini fokus pada meningkatnya tensi geopolitik yang membawa harga minyak global kembali di atas level  kurang dari US$95 per barel, sehingga dapat membebani defisit negara serta mengakibatkan kenaikan inflasi,” mengutip riset terbaru Panin, siang hari ini.

Senada, Mirae Asset Sekuritas menyebut, ketegangan geopolitik AS–Iran menjadi faktor risiko utama yang memperburuk sentimen pasar. Adapun harga minyak dunia Brent sudah menembus US$100 per barel memicu kekhawatiran bahwa inflasi kembali meningkat, sehingga para pelaku pasar memperkirakan suku bunga berpotensi bertahan higher for longer.

“Di mana pada umumnya kurang kondusif bagi pasar saham emerging markets,” papar Mirae Asset, Jumat.

Terlebih lagi, yield obligasi pemerintah AS juga terus mengalami kenaikan, mencerminkan ekspektasi inflasi yang lebih tinggi, serta memberikan tekanan tambahan terhadap growth stocks yang sensitif terhadap perubahan suku bunga. 

(fad)

No more pages