Unit bisnis Intel tersebut saat ini turut mendorong pemulihan pendapatan secara keseluruhan, seiring produsen chip yang berbasis di Santa Clara, California, ini berupaya memenuhi permintaan akan prosesor yang digunakan di pusat data AI.
Rangkaian produk Xeon-nya memainkan peran yang semakin penting dalam menjalankan perangkat lunak kecerdasan buatan seiring perusahaan-perusahaan meningkatkan layanan yang mereka tawarkan.
Hal itu membantu menyamarkan fakta bahwa Intel masih belum merilis jenis chip akselerator yang mendominasi proses pengembangan perangkat lunak AI.
Ketidakmampuan Intel dalam menjangkau pasar tersebut telah membuatnya kehilangan pendapatan miliaran yang justru mengalir ke pesaingnya, Nvidia Corp.
Intel telah memutus ikatan dengan puluhan ribu karyawan selama beberapa tahun terakhir, memangkas biaya dalam upayanya untuk kembali meraih keuntungan.
Pada akhir kuartal lalu, tepatnya 28 Maret, perusahaan ini memiliki sekitar 83.200 karyawan. Angka tersebut turun dari puncaknya yang mencapai lebih dari 130.000 karyawan pada tahun 2022.
(bbn)

































