Logo Bloomberg Technoz

BNPB: Erupsi Gunung Anak Krakatau Disertai Fenomena Lava Fountain

Azura Yumna Ramadani Purnama
05 September 2026 10:30

CCTV Erupsi anak gunung krakatau, Rabu (11/5/2023). (Dok. PVMBG ESDM)
CCTV Erupsi anak gunung krakatau, Rabu (11/5/2023). (Dok. PVMBG ESDM)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan erupsi gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak Jumat (4/9/2026) malam hari hingga Sabtu (5/9/2026) pagi, turut disertai dengan fenomena lava fountain.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa lava fountain merupakan lava air mancur. Fenomena tersebut teramati pada malam hari.

Dalam pemantauan visual, gunung api teramati jelas hingga tertutup kabut dengan tingkat kabut 0–III, sementara asap kawah tidak teramati.


“Kamera CCTV pengamatan di lapangan dilaporkan tidak beroperasi setelah terkena lontaran material vulkanik. Dari sisi kegempaan, tercatat satu kejadian letusan dengan amplitudo 70 milimeter dan durasi yang tercatat dalam laporan selama 21.600 detik,” kata Berton dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/9/2026).

Saat ini, gunung Anak Krakatau ditetapkan dalam status level III atau siaga dengan begitu masyarakat, pengunjung, dan wisatawan diimbau untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.