Logo Bloomberg Technoz

Profesi ini bertugas mengembangkan, melatih, dan mengoptimalkan algoritma AI menggunakan bahasa pemrograman seperti Python maupun Java. AI engineer juga dapat berfokus pada riset untuk menciptakan model baru atau mengembangkan penerapan AI di berbagai sektor. Selain kemampuan pemrograman, profesi ini membutuhkan pemahaman mengenai machine learning, deep learning, hingga rekayasa data.

2. Natural Language Processing (NLP) Engineer

NLP engineer mengembangkan sistem yang memungkinkan komputer memahami bahasa manusia. Teknologi ini menjadi fondasi berbagai layanan AI seperti chatbot, layanan transkripsi otomatis, hingga asisten virtual seperti Siri, Alexa, dan Google Assistant. Pekerjaan tersebut mengandalkan pemodelan bahasa, algoritma prediktif, serta pemahaman linguistik dan pemrograman.

3. AI Research Scientist

AI research scientist berfokus pada penelitian untuk menciptakan model maupun algoritma AI generasi baru. Mereka juga mengembangkan berbagai aplikasi AI melalui eksperimen, analisis, dan penulisan kode. Profesi ini umumnya membutuhkan pendidikan lanjutan serta pengalaman riset di bidang kecerdasan buatan.

4. Data Analyst

Peran data analyst turut berevolusi dengan hadirnya AI. Teknologi tersebut membantu mengotomatisasi pekerjaan yang bersifat berulang sehingga analis data dapat lebih fokus pada interpretasi data, pengambilan keputusan, dan pengembangan model AI untuk berbagai industri seperti kesehatan hingga keuangan.

5. AI Business Strategist

Tak hanya profesi teknis, perusahaan juga membutuhkan AI business strategist yang bertugas menyusun strategi implementasi AI agar selaras dengan tujuan bisnis. Profesi ini membutuhkan pemahaman bisnis yang kuat, kemampuan analisis, pemecahan masalah, serta pengetahuan mengenai peluang pemanfaatan AI di berbagai sektor.

Selain profesi tersebut, Coursera mencatat perusahaan kini juga semakin mencari kandidat yang memiliki kombinasi keterampilan teknis dan nonteknis.

Untuk kemampuan teknis, kebutuhan terbesar meliputi prompt engineering, ilmu data, bahasa pemrograman seperti Python, JavaScript, C++, dan Julia, machine learning, pengolahan big data, penggunaan API, hingga penguasaan berbagai framework AI.

Sementara itu, keterampilan nonteknis yang semakin dibutuhkan mencakup kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kemauan belajar secara berkelanjutan, kecerdasan emosional, kemampuan berkolaborasi, fleksibilitas, serta kemampuan mengenali potensi bias dalam penggunaan AI.

(fik/wep)

No more pages