Logo Bloomberg Technoz

Di tempat lain, harga minyak mentah melanjutkan kenaikan dan kembali memicu kekhawatiran inflasi yang mendorong imbal hasil (yield) obligasi AS (US Treasury) ke level tertinggi dalam dua bulan. Minyak jenis Brent menguat 0,6% ke level US$91,52 per barel setelah Presiden AS Donald Trump meredam prospek dialog langsung dalam waktu dekat dengan Iran.

Reli pada saham-saham teknologi ini terjadi setelah pergerakan penuh volatilitas selama beberapa pekan pada sektor berkinerja terbaik sepanjang tahun ini. Para investor sebelumnya sempat mempertanyakan apakah investasi besar-besaran di sektor AI akan mampu menghasilkan imbal hasil yang sepadan. Kini, fokus pasar bergeser ke laporan keuangan Alphabet Inc dan Tesla Inc yang dimulai pada Rabu (22/7), di mana tingginya ekspektasi pasar tidak menyisakan ruang bagi kekecewaan.

“Beban pembuktian kini telah bergeser. Investor tidak lagi sekadar bertanya apakah perusahaan mampu bertahan dari ketidakpastian,” ujar Bret Kenwell dari eToro. “Mereka menginginkan pertumbuhan dan panduan bisnis yang cukup kuat untuk memjustifikasi tingginya nilai valuasi saat ini.”

Sementara itu, komoditas emas dan perak menguat terdorong aksi beli saat harga turun. Harga emas batangan melonjak hingga 2% dan diperdagangkan di atas US$4.080 per ons, sedangkan perak melonjak hingga 5% pada hari Selasa.

Pasar obligasi AS mengalami penurunan, mendorong imbal hasil tenor 10 dan 30 tahun ke level tertinggi dalam kurun dua bulan pada hari Selasa. Lonjakan harga minyak mentah memicu kekhawatiran bahwa tekanan inflasi akan memaksa bank sentral AS (The Fed) untuk kembali menaikkan suku bunga.

Di saat bersamaan, AS berencana mengenakan tarif sebesar 100% pada obat-obatan generik yang diimpor ke AS mulai Agustus 2028, ungkap Trump melalui unggahan di media sosial pada hari Selasa.

Meski demikian, perhatian investor masih terfokus pada musim laporan keuangan perusahaan. Menurut para analis Goldman Sachs Group Inc, pertumbuhan laba emiten AS diperkirakan tetap menopang pasar saham pada paruh kedua tahun ini, meski dalam jangka pendek posisi beli investor yang sudah cukup tinggi dan tantangan ekonomi makro masih berpotensi membatasi kenaikan harga saham.

Sekitar 20 persen perusahaan dalam indeks S&P 500 berdasarkan kapitalisasi pasar dijadwalkan merilis laporan keuangan pekan ini. Laporan Alphabet dan Intel diharapkan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai bagaimana belanja AI mengubah industri teknologi. Intel dijadwalkan mengumumkan kinerjanya pada Kamis.

Walaupun aksi jual terhadap saham-saham yang terkait AI belakangan memunculkan pertanyaan mengenai keberlanjutan tren tersebut, sebagian analis menilai kondisi saat ini lebih merupakan penyesuaian pasar daripada tanda memburuknya fundamental sektor tersebut.

"Prospek jangka panjang AI tampaknya masih tetap kuat," ujar analis LPL Financial, Adam Turnquist. "Koreksi yang terjadi belakangan lebih mencerminkan penyesuaian yang sehat setelah kenaikan harga yang sangat tajam, bukan karena memburuknya tema investasi AI secara fundamental."

Saham:

  • Kontrak berjangka S&P 500 relatif tidak berubah pada pukul 09.02 waktu Tokyo.
  • Kontrak berjangka Hang Seng turun 0,7 persen.
  • Indeks Topix Jepang relatif tidak berubah.
  • Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,1 persen.
  • Kontrak berjangka Euro Stoxx 50 naik 0,7 persen.

Mata uang:

  • Indeks Bloomberg Dollar Spot relatif tidak berubah.
  • Euro stabil di US$1,1403.
  • Yen Jepang stabil di level 163,16 per dolar AS.
  • Yuan offshore relatif tidak berubah di level 6,7681 per dolar AS.
  • Dolar Australia stabil di US$0,7000.

Kripto:

  • Bitcoin naik 0,3 persen menjadi US$66.553,54.
  • Ether naik 0,4 persen menjadi US$1.929,83.

Obligasi:

  • Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun relatif tidak berubah di 4,63 persen.
  • Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik 2,5 basis poin menjadi 2,745 persen.
  • Imbal hasil obligasi pemerintah Australia tenor 10 tahun naik tiga basis poin menjadi 4,97 persen.

Komoditas:

  • Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 0,3 persen menjadi US$84,63 per barel.
  • Harga emas spot relatif tidak berubah.

Artikel ini disusun dengan bantuan Bloomberg Automation.

(bbn)

No more pages