Logo Bloomberg Technoz

Penurunan harga emas dunia disebabkan oleh investor yang masih wait and see, menunggu kepastian penyelesaian konflik di Timur Tengah. Sebenarnya ada kabar yang cukup melegakan.

Bloomberg News memberitakan bahwa Kementerian Luar Negeri Iran mengungkapkan telah menerima proposal dari mediator terkait konflik mereka dengan Amerika Serikat (AS). Namun belum ada kejelasan lebih lanjut. 

Meski demikian, harga minyak masih saja melonjak. Kemarin, harga minyak jenis brent ditutup di US$ 89,02/barel, naik 1,04%.

Artinya, dunia masih berada dalam ancaman inflasi tinggi seiring lesatan harga energi. Alhasil, bank sentral di berbagai negara tentu sulit untuk menghindari pengetatan kebijakan moneter melalui kenaikan suku bunga acuan.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga naik.

“Emas merespons dingin kabar dari Timur Tengah. Ini menunjukkan bahwa sebagian investor mulai apatis terhadap isu geopolitik dan mengarahkan perhatian mereka ke prospek kebijakan moneter,” kata Justin Lin, Analis di Global X ETFs, seperti dikutip dari Bloomberg News.

(aji)

No more pages