Logo Bloomberg Technoz

Bos PalmCo: Program Biodiesel B50 Butuh 4 Juta Ton Tambahan CPO

Sabrina Mulia Rhamadanty
20 July 2026 15:30

Truk dan bus berbaris di stasiun pengisian bahan bakar dan pencampuran B50 setelah menyelesaikan uji jalan sejauh 40.000 km di Lembang./Bloomberg
Truk dan bus berbaris di stasiun pengisian bahan bakar dan pencampuran B50 setelah menyelesaikan uji jalan sejauh 40.000 km di Lembang./Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan Indonesia membutuhkan tambahan 4 juta ton minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) untuk menjalankan mandatori biodiesel B50. 

Namun, lompatan besar di sektor hilir CPO ini memerlukan kesiapan pasokan yang matang dari sektor hulu.

“Dalam waktu pendek, sudah jelas B50 memerlukan kurang lebih 4 juta ton [CPO] per tahun. Ini pada tahap awal sudah dapat dipastikan akan mengurangi ekspor CPO kita,” ungkapnya dalam agenda Pekan Riset Sawit Indonesia 2026, Senin (20/7/2026).


Meskipun akan berdampak pada kuota ekspor CPO nasional, Jatmiko menilai kebijakan B50 merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di tengah ketidakpastian kondisi global.

"Langkah besar pemerintah ini adalah langkah yang sangat serius. Di tengah gejolak dan situasi dunia yang tidak menentu, kemandirian energi serta ketahanan pangan menjadi kekuatan utama bagi bangsa Indonesia," tegasnya.

Peluncuran B50(Bloomberg Technoz/Azura Yumna)