Logo Bloomberg Technoz

Kalender Ekonomi: BI Rate, ECB, dan Data Inflasi Warnai Pekan Ini

Redaksi
20 July 2026 07:07

Bank Indonesia siap turunkan suku bunga keempat berturut-turut untuk dorong pertumbuhan (Bloomberg)
Bank Indonesia siap turunkan suku bunga keempat berturut-turut untuk dorong pertumbuhan (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan pasar keuangan Asia pekan ini diperkirakan akna dipengaruhi oleh rangkaian keputusan bank sentral serta rilis data ekonomi utama. 

Dari dalam negeri, fokus pasar tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang diumumkan Rabu (22/7/2026). Bloomberg Economics menilai BI akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6% untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah kembali meningkatnya tekanan terhadap mata uang domestik. 

Selain Indonesia, China diperkirakan mempertahankan Loan Prime Rate (LPR) tenor satu tahun di 3%, dan tenor 5 tahun di 3,5%, sementara Bank Sentral Sri Lanka diproyeksikan akan menahan suku bunga setelah kenaikan agresif pada Mei lalu. 


Selain kebijakan moneter, perhatian investor akan mengarah pada sejumlah indikator ekonomi utama di kawasan Asia. Jepang dijadwalkan merilis data inflasi Juni yang diperkirakan menunjukkan kenaikan inflasi inti menjadi 1,5% dari 1,4%, memperkuat ekspektasi bahwa Bank of Japan akan melanjutkan normalisasi kebijakan moneternya secara bertahap.

Di sisi lain, Korea Selatan diperkirakan mencatat perlambatan pertumbuhan ekonomi kuartal II menjadi 0,4% secara kuartalan, sementara Australia akan merilis data ketenagakerjaan yang diperkirakan menunjukkan kenaikan tingkat pengangguran menjadi 4,5%. Selandia Baru dan Singapura juga akan mengumumkan data inflasi yang diproyeksikan meningkat akibat dampak kenaikan harga energi.