Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, helikopter Black Hawk juga mulai dikerahkan untuk menjemput warga yang terisolasi di Uvalde, sebuah kawasan permukiman terpencil yang terletak 135 kilometer di sebelah barat San Antonio, demikian disampaikan oleh Mayor Jenderal Thomas Suelzer dari Garda Nasional Texas.

Gubernur Abbott menambahkan bahwa Sungai Nueces—yang di banyak titik biasanya mengering sepanjang tahun—diproyeksikan akan meluap sepanjang malam nanti dengan debit air mencapai dua kali lipat dari volume air terjun Niagara. Jika terjadi, ini akan menjadi rekor volume air tertinggi dalam sejarah.

“Ini sudah menjadi peristiwa banjir yang bersejarah,” ujar sang gubernur. Ia menegaskan bahwa warga di wilayah Uvalde berada dalam risiko paling tinggi malam ini karena mereka “terkepung banjir dari segala sisi.”

Philip Bedient, seorang profesor teknik dari Rice University yang mendalami hidrologi dan prediksi banjir, menilai bahwa bencana tahun ini tidak memakan korban jiwa sebanyak bencana tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh sistem peringatan dini yang jauh lebih baik serta sikap masyarakat yang kini lebih waspada untuk tidak berkemah di dekat sungai-sungai kawasan Hill Country.

“Sungai-sungai ini memiliki arus yang bergerak sangat cepat. Sekali saja Anda tersapu, Anda dipastikan berada dalam bahaya besar,” kata Bedient, yang juga mendirikan Pusat Prediksi Badai Parah di Rice University. “Namun meski demikian, saya melihat kesadaran masyarakat saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan apa yang terjadi setahun lalu.”

Di sisi lain, cuaca ekstrem terpantau tengah melanda berbagai penjuru peta Amerika Utara pekan ini. Mulai dari kebakaran hutan hebat di Kanada yang asapnya menyelimuti New York, hingga gelombang panas ekstrem di California dan Pantai Timur. Di seluruh benua tersebut, warga harus menghadapi polusi udara yang pekat, suhu udara yang melonjak tajam, hingga terpaksa mengungsi demi menghindari kobaran api.

Di kota Kerrville, Texas, yang lokasinya dekat dengan pusat tragedi banjir Juli 2025 lalu, aparat kepolisian bergerak cepat mengarahkan warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi pada hari Kamis. Sebuah gedung olahraga milik gereja setempat juga telah dialihfungsikan menjadi posko pengungsian darurat.

Melalui unggahan di media sosial, Layanan Cuaca Nasional (NWS) melaporkan bahwa di sepanjang Sungai Guadalupe—lokasi di mana lebih dari 25 anak perempuan dan staf kamp pemuda tewas terseret arus tahun lalu—permukaan air dilaporkan melonjak hingga 9,8 meter hanya dalam waktu empat jam.

“Masyarakat bersiap dengan sangat baik kali ini dan jauh lebih berhati-hati,” ungkap Hatim Sharif, seorang profesor dari University of Texas di San Antonio yang meneliti banjir bandang. Ia menilai, meski curah hujan kali ini setara dengan tahun lalu, dampak terhadap manusia berhasil ditekan karena “banyak pelaku usaha yang meminta karyawannya untuk tidak berkendara ke tempat kerja.”

Pihak pengelola Camp Waldemar dan Camp Stewart yang berada di tepi Sungai Guadalupe memastikan bahwa seluruh peserta kemah dan konselor dalam kondisi aman per Kamis pagi. Kamp lain yang dikelola oleh Asosiasi Anak untuk Potensi Maksimal (CAMP) memilih untuk bertahan di lokasi dan menyatakan lewat unggahan Facebook bahwa mereka terus berkoordinasi dengan pihak Manajemen Darurat Kerr County.

“Setiap individu di negara bagian Texas saat ini memiliki kemampuan untuk melindungi dan menyelamatkan nyawa mereka sendiri dengan cara tetap menjauh dari sungai-sungai yang meluap,” tegas Gubernur Abbott.

Berdasarkan rekaman video yang dirilis oleh The Weather Channel, Sungai Leona yang berada di dekat kota Uvalde juga meluap dengan sangat cepat, hingga merendam jalan-jalan protokol dan kawasan perumahan warga.

“Ini akan menjadi peristiwa yang luar biasa,” pungkas Sharif. “Beberapa wilayah bahkan berpotensi menerima curah hujan mendekati 76 sentimeter hanya dalam waktu 72 jam.”

(bbn)

No more pages